SPONSORED

Bagnaia Kesulitan Grip di Catalunya MotoGP

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Bagnaia Kesulitan Grip di Catalunya MotoGP TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Pecco Bagnaia mengaku tidak pernah benar-benar yakin bisa langsung menembus Q2 setelah mengalami kesulitan besar memaksimalkan grip ban baru pada sesi practice MotoGP Catalunya 2026. Pembalap Ducati Lenovo Team itu hanya menutup Jumat di posisi ke-12 dan kini harus menjalani Qualifying 1.

Dalam sesi yang memperlihatkan sepuluh pembalap teratas dipisahkan hanya 0,269 detik, Bagnaia tertinggal 0,350 detik dari catatan tercepat milik Pedro Acosta. Gap kecil tersebut membuat detail setup dan kemampuan mengaktifkan performa ban baru menjadi faktor penentu utama, terutama di karakter sirkuit Barcelona yang memiliki grip rendah dan degradasi ban depan cukup agresif.

Bagnaia menjelaskan bahwa Ducati mencoba beberapa perubahan setup sepanjang Jumat, tetapi hasilnya justru membuat keseimbangan motor GP26 semakin sulit diprediksi ketika menggunakan ban baru. Menurutnya, motor justru terasa lebih stabil saat menggunakan ban bekas dibanding fresh tyre pada time attack.

Quartararo Sindir Yamaha: “Kami Nomor 1 dari Bawah”
Baca JugaQuartararo Sindir Yamaha: “Kami Nomor 1 dari Bawah”

"Kurangnya grip di sini memang sudah diketahui. Saya sangat kesulitan memaksimalkannya dan mencoba memahami di mana kami bisa menemukan grip itu," ujar Bagnaia kepada Sky Italia.

ADVERTISEMENT

"Kami membuat beberapa perubahan yang ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan, jadi saya sedikit lebih kesulitan. Dengan ban bekas saya hampir bisa lebih cepat dibanding ban baru dan saya bisa lebih konsisten," lanjut juara dunia MotoGP dua kali tersebut.

Dari sisi teknis, kondisi itu mengindikasikan Ducati masih mencari distribusi beban ideal pada bagian depan GP26, terutama untuk satu lap cepat. Catalunya dikenal sebagai salah satu trek paling sensitif terhadap temperatur ban depan karena kombinasi tikungan panjang berkecepatan tinggi dan pengereman keras di sektor akhir. Situasi tersebut membuat rider harus menemukan keseimbangan presisi antara stabilitas pengereman dan kemampuan motor berputar di apex.

Bagnaia mengaku performanya sedikit membaik pada run terakhir setelah Ducati melakukan revisi setup tambahan. Namun peningkatan tersebut belum cukup untuk menembus sepuluh besar, terutama karena seluruh grid tampil sangat rapat sepanjang sesi practice Jumat.

ADVERTISEMENT

"Kami semua sangat dekat satu sama lain, jadi dengan sesi seperti itu kami bahkan tidak bisa berpikir masuk Q2. Tetapi secara keseluruhan kami membuat sedikit langkah maju, kami hanya perlu lebih cepat dengan ban baru," kata Bagnaia.

Situasi ini menjadi tantangan tambahan bagi Ducati karena Bagnaia menjadi satu-satunya wakil tim pabrikan akhir pekan ini setelah Marc Marquez absen akibat operasi bahu dan kaki pasca-Le Mans. Sementara itu, rider VR46 Racing Team Fabio Di Giannantonio justru tampil sebagai pembalap Ducati terbaik di posisi keenam.

Dengan harus memulai dari Q1, Bagnaia kini menghadapi risiko tambahan dalam perebutan poin sprint race maupun grand prix utama. Ducati diperkirakan akan fokus memperbaiki aktivasi ban baru dan stabilitas front-end GP26 sebelum sesi kualifikasi Sabtu dimulai.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU