Daniel Ricciardo mengungkap dirinya baru menyadari betapa ekstrem kehidupan seorang pembalap Formula 1 setelah resmi meninggalkan grid pada akhir musim 2024. Mantan pembalap Red Bull Racing itu mengaku jadwal harian di paddock F1 selama bertahun-tahun membuat tekanan dan ritme kerja intens terasa seperti sesuatu yang normal.
Ricciardo mengakhiri karier Formula 1-nya setelah Grand Prix Singapura 2024 ketika posisinya di tim RB digantikan menyusul evaluasi performa sepanjang musim. Pembalap Australia tersebut menutup perjalanan 13 tahunnya di F1 dengan delapan kemenangan grand prix, mayoritas diraih saat membela Red Bull pada era mesin V8 hybrid dan awal turbo hybrid.
Selama berada di dalam lingkungan Formula 1, Ricciardo mengaku tidak pernah benar-benar menyadari bagaimana ketatnya jadwal seorang pembalap modern. Mulai dari briefing teknik, simulasi setup, aktivitas media, meeting sponsor, hingga sesi simulator membuat hampir seluruh waktu akhir pekan balapan terjadwal secara presisi.

"Saya berada di dalam bubble Formula 1 selama sangat lama. Saya terbiasa dengan betapa intens jadwalnya, paddock, semuanya, dan itu terasa normal," ujar Ricciardo kepada Speed Street.
"Tetapi sekarang ketika saya sudah berada di luar itu, saya baru sadar bahwa semua itu sebenarnya jauh dari normal. Jadwalnya benar-benar diatur sampai hitungan menit," lanjutnya.
Dari sisi teknis dan operasional, Formula 1 modern memang mengalami peningkatan kompleksitas besar dalam satu dekade terakhir. Dengan berkembangnya simulasi data real-time, pengembangan aerodinamika agresif, serta tuntutan marketing global, pembalap kini tidak hanya fokus mengemudi tetapi juga terlibat langsung dalam proses engineering dan aktivitas komersial tim.
Ricciardo sendiri kini mulai menikmati waktu pribadi lebih banyak setelah meninggalkan Formula 1. Namun ketertarikannya terhadap atmosfer balap belum sepenuhnya hilang. Pekan depan, ia dijadwalkan hadir di Indianapolis 500 untuk mempromosikan brand wine miliknya bersama pembalap IndyCar, Conor Daly.
Mantan pembalap RB tersebut mengaku penasaran melihat bagaimana kehidupan pembalap IndyCar selama menghadapi event sebesar Indy 500 dibanding pengalaman yang ia alami di Formula 1. Ricciardo ingin memahami apakah tekanan dan intensitas kerja di IndyCar memiliki pendekatan berbeda dibanding paddock F1 modern.
"Saya penasaran seperti apa jadwal Anda selama menghadapi balapan terbesar tahun ini. Bagaimana pembagian waktu pribadi dibanding waktu kerja, apakah pembalap lebih santai atau tetap sangat fokus sepanjang akhir pekan," kata Ricciardo.
Pernyataan Ricciardo kembali memperlihatkan besarnya tekanan fisik dan mental yang kini menjadi bagian permanen dunia Formula 1 modern. Dengan kalender balapan yang terus bertambah dan aktivitas komersial yang semakin besar, kehidupan pembalap F1 saat ini semakin menyerupai operasi olahraga global penuh waktu dibanding sekadar akhir pekan balapan tradisional.
Meski belum memberikan indikasi soal kemungkinan kembali ke dunia balap penuh waktu, Ricciardo tetap menjadi salah satu figur paling populer di paddock motorsport internasional. Kehadirannya di Indianapolis akhir pekan depan diperkirakan juga akan menarik perhatian besar dari komunitas IndyCar maupun Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!