Oscar Piastri meraih kemenangan keenamnya di musim Formula 1 2025 pada Belgian Grand Prix, memperlebar keunggulan kejuaraan atas rekan setimnya, Lando Norris. Piastri mengungkapkan strategi penyalipan krusial di lap pertama yang menjadi kunci kemenangannya. Meskipun balapan tertunda akibat hujan, keputusan cerdasnya memastikan dominasi di sirkuit Spa-Francorchamps.
Setelah penundaan 80 menit akibat hujan lebat, balapan dimulai dengan rolling start di bawah kondisi basah. Piastri, yang start dari posisi kedua, memanfaatkan momen di lap pertama. Ia tetap berada dekat dengan Norris, yang memimpin dari pole position, melalui tikungan awal. Kemudian, di Kemmel Straight, Piastri berhasil menyalip Norris di Les Combes. “Saya tahu lap pertama adalah peluang terbaik saya untuk menang,” ujar Piastri. Ia menjelaskan bahwa ia mengurangi sedikit tekanan pedal gas di Eau Rouge, memungkinkan posisi yang lebih baik untuk menyalip. “Keluar dari Turn 1, saya mendapatkan posisi yang bagus. Saya hanya mengangkat gas sedikit lebih sedikit dari Lando, dan itu cukup untuk menjaga mobil tetap di lintasan,” tambahnya.

Piastri awalnya kecewa dengan keputusan race control untuk memulai balapan dengan rolling start, karena ia merasa ini mengurangi peluangnya. Namun, kedekatannya dengan Norris di tikungan awal memberi peluang. “Saat saya sangat dekat, saya tahu saya harus mengambil risiko kecil dan memastikan mobil tetap stabil,” katanya. Meskipun lintasan basah membuat situasi menantang, terutama di bukit Eau Rouge, Piastri berhasil menjalankan manuver dengan sempurna, memanfaatkan efek tow untuk mempertahankan keunggulan.
Saat lintasan mulai mengering, Piastri beralih ke ban medium, sementara Norris memilih ban keras. Pilihan ini memengaruhi dinamika balapan. Meskipun Norris sempat mendekat, kesalahan di beberapa tikungan, termasuk di Turn 10, membuatnya gagal merebut kembali posisi terdepan. Piastri mengakui tantangan di akhir balapan, terutama dengan ban medium yang mulai menurun performanya. “Lima atau enam lap terakhir agak sulit dengan ban medium, tapi kami mengelola balapan dengan baik,” ungkapnya. Keunggulan yang dibangun sejak lap pertama memungkinkan Piastri mempertahankan posisi hingga garis finis.
Piastri juga menyampaikan rasa puas atas kemenangannya, terutama setelah merasa kecewa dengan performa di sesi sebelumnya. “Saya cukup kecewa dengan diri sendiri setelah kualifikasi kemarin, tapi ternyata start dari posisi kedua di Spa tidak terlalu buruk,” katanya. Kemenangan ini tidak hanya memperlebar keunggulan kejuaraan menjadi 14 poin atas Norris, tetapi juga menegaskan kemampuan McLaren dalam menghadapi kondisi sulit.
Secara keseluruhan, keberhasilan Oscar Piastri di Belgian Grand Prix 2025 didukung oleh keputusan strategis di lap pertama dan pengelolaan balapan yang cerdas. Dengan demikian, ia memperkuat posisinya sebagai pemimpin kejuaraan. Sementara itu, persaingan dengan Lando Norris diperkirakan akan semakin sengit di balapan mendatang. Untuk berita terbaru seputar Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!