SPONSORED

McLaren Disorot Usai Strategi Ban Gagal di Kanada

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0
McLaren Disorot Usai Strategi Ban Gagal di Kanada TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

McLaren mendapat kritik tajam dari paddock Formula 1 setelah keputusan kontroversial menggunakan ban intermediate pada start Grand Prix Kanada 2026 berubah menjadi bencana strategi. Mantan pembalap F1 Karun Chandhok mengungkapkan banyak engineer dan pembalap rival mempertanyakan keputusan McLaren yang dianggap tidak masuk akal sejak awal.

Tim asal Woking itu memilih memulai balapan dengan ban intermediate Pirelli untuk Lando Norris dan Oscar Piastri di Circuit Gilles Villeneuve yang hanya berada dalam kondisi dingin dan sedikit lembap. Namun, permukaan lintasan dinilai jauh dari cukup basah untuk mendukung penggunaan ban hijau tersebut.

Kesalahan strategi langsung terlihat bahkan sebelum start utama dilakukan. Piastri segera melaporkan melalui radio pada formation lap tambahan bahwa pilihan ban tersebut merupakan keputusan yang salah. McLaren akhirnya memanggil kedua pembalap masuk pit dalam lap-lap awal untuk mengganti ke slick tyres, membuat seluruh keuntungan posisi start mereka hilang seketika.

Piastri Tercengang Lihat Kegilaan Isle of Man TT
Baca JugaPiastri Tercengang Lihat Kegilaan Isle of Man TT

“Jujur saja, dari commentary box menuju Sky Pad, saya bertemu tiga pembalap dan empat engineer dari tim lain yang langsung bertanya: ‘Apa sebenarnya yang dilakukan McLaren?’,” kata Chandhok di Sky Sports F1.

ADVERTISEMENT

“Tidak ada orang yang saya ajak bicara yang menganggap intermediate adalah ide bagus, setidaknya dari tim-tim papan atas.”

McLaren memang bukan satu-satunya tim yang mengambil risiko tersebut. Beberapa mobil Audi, Cadillac, dan Carlos Sainz juga menggunakan strategi serupa. Namun, McLaren menjadi tim yang paling terdampak karena sejak awal mereka memiliki peluang realistis untuk bertarung di barisan depan.

Norris sempat memanfaatkan grip awal ban intermediate dengan menyalip dua mobil Mercedes di tikungan pertama. Namun keuntungan tersebut hanya berlangsung singkat sebelum degradasi dan kondisi lintasan mulai mengekspos kelemahan strategi McLaren.

ADVERTISEMENT

Setelah mengganti ke ban medium pada akhir Lap 2, Norris terjebak di tengah traffic dan kesulitan mendapatkan temperatur kerja ban. Situasi makin memburuk setelah ia sempat melewati rumput di Tikungan 4, mengalami masalah pendinginan radiator, hingga akhirnya retire akibat kegagalan gearbox pada pertengahan balapan.

“Itu akhirnya menjadi recovery drive. Mungkin dia bisa finis ketujuh atau kedelapan dengan semua overtake yang dilakukan, tetapi kerusakan sudah terjadi sejak awal. Hari yang buruk untuk Lando Norris dan McLaren,” ujar Chandhok.

Sementara itu, balapan Piastri juga berubah kacau setelah terlempar ke midfield. Pembalap Australia tersebut kemudian menabrak Alex Albon di hairpin Tikungan 10 dan menerima penalti 10 detik dari steward FIA. Piastri akhirnya finis di posisi ke-11 tanpa poin dan tertinggal dua lap dari pemenang balapan Kimi Antonelli.

ADVERTISEMENT

Insiden Montréal memperlihatkan bagaimana keputusan strategi awal kini semakin krusial di era regulasi 2026 yang sangat sensitif terhadap temperatur ban, energy management, dan karakter lintasan. Dengan persaingan papan atas yang semakin rapat, kesalahan pembacaan kondisi lintasan seperti yang dilakukan McLaren dapat langsung menghancurkan keseluruhan akhir pekan balapan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU