George Russell dinilai sebagai kandidat mengejutkan tetapi logis bagi Red Bull Racing apabila Max Verstappen meninggalkan tim pada akhir musim Formula 1 2026.
Mantan pembalap Formula 1 Jolyon Palmer menilai perekrutan Russell akan menjadi keputusan yang sangat mudah apabila Verstappen bergerak ke arah berlawanan. Menurutnya, pilihan Red Bull untuk menggantikan juara dunia empat kali itu akan sangat bergantung pada tim yang akhirnya menjadi tujuan Verstappen.
Palmer menempatkan Russell bersama dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, sebagai tiga kandidat utama. Namun, Russell dinilai memiliki nilai strategis tersendiri karena dapat langsung menjadi pilihan apabila perpindahan Verstappen melibatkan Mercedes.

Masa depan Verstappen bersama Red Bull terus menjadi bahan spekulasi sepanjang musim 2026. Pembalap Belanda itu disebut memiliki klausul berbasis performa dalam kontraknya yang dapat membuka jalan keluar pada akhir tahun, meski kesepakatannya dengan tim berlaku hingga 2028.
Klausul tersebut dikaitkan dengan posisinya di klasemen menjelang jeda musim panas. Verstappen dipastikan berada di luar dua besar klasemen pembalap pada periode tersebut, sebuah kondisi yang disebut dapat memenuhi salah satu syarat kontraknya.
Tekanan terhadap hubungan Verstappen dan Red Bull meningkat setelah rangkaian masalah teknis serta penurunan daya saing. Ia mengalami beberapa kegagalan mekanis, termasuk dua kecelakaan berkecepatan tinggi dalam dua akhir pekan beruntun akibat masalah sayap belakang yang berulang.
Situasi internal tim juga berubah dibandingkan periode ketika Verstappen meraih empat gelar dunia secara beruntun. Perbedaan pandangan mengenai setelan mobil serta kepergian sejumlah tokoh penting, termasuk mantan prinsipal Christian Horner pada Juli lalu, ikut mengubah lingkungan kompetitif di sekitar pembalap berusia 28 tahun tersebut.
Penilaian Palmer menempatkan Russell sebagai bagian penting dalam kemungkinan pergerakan besar pasar pembalap. Namun, hingga terdapat keputusan resmi mengenai masa depan Verstappen, seluruh skenario tersebut tetap bergantung pada arah yang dipilih Red Bull, Mercedes, dan para pembalap terdepan lainnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!