Marc Marquez hanya mampu mengemas satu poin di Tissot Sprint Silverstone, Sabtu (8/8/2026). Start dari posisi keenam, ia sempat naik ke P4 pada lap pembuka, tapi kemudian kehilangan kecepatan drastis sejak pertengahan balapan. Ia finis kesembilan, tertinggal 13,965 detik dari pemenang Jorge Martin (Aprilia Racing).
Yang lebih mengkhawatirkan, pada lap terakhir catatan waktunya 4,4 detik lebih lambat dari lap tercepatnya sendiri yang dicetak di lap kedua. Ini bukan sekadar kehilangan ritme, melainkan penurunan performa yang aneh dan tak terduga. Akibatnya, juara dunia bertahan itu turun ke P4 klasemen, kini tertinggal 29 poin dari Martinator.
“Saya tidak menduga ini. Kami harus menganalisis penyebabnya. Apakah saya terlalu keras memacu ban di lap awal? Apakah suhu ban melonjak? Atau ada yang bisa kami ubah pada setup untuk balapan besok agar ban lebih awet?” ujar Marquez. “Kami akan pakai ban medium besok, tapi itu tidak mengubah karakteristik secara drastis.”

Sepanjang sprint, Marquez mengaku hanya bisa bertahan. Ia memilih tidak ambil risiko demi mengamankan poin, meski hasilnya jauh dari target. “Saya mencoba mengejar grup depan di lap ketiga, tapi merasakan ada yang aneh dengan ban belakang. Saya sadar ini berubah jadi perjuangan bertahan. Mengapa harus ambil risiko? Finis ketujuh atau kesembilan tidak jauh berbeda,” jelasnya.
Yang paling membingungkan, masalah ini tidak muncul selama sesi latihan. Bahkan di FP2, ia menggunakan ban yang sama dengan untuk time attack dan mencatat empat lap bagus beruntun. “Saya yang paling terdampak. Kami perlu menganalisis data dan mencari penyebab pastinya,” tambahnya.
Selain masalah ban, Marquez juga sempat bingung saat kualifikasi. Ia mengira ada bendera kuning di Q2, padahal tidak. Akibatnya, ia kehilangan kesempatan memperbaiki waktu dan start dari baris depan. “Saat melihat tayangan ulang, situasinya memang terlihat seperti ada yellow flag. Begitu saya sadar tidak ada, semuanya sudah terlambat. Seandainya lap itu dihitung, mungkin saya bisa start dari baris depan,” tuturnya.
Sekarang, Marquez harus berbenah cepat untuk balapan utama Minggu. “Saya punya kecepatan untuk satu lap cepat. Masalahnya adalah menjaga konsistensi dan mengelola ban. Jika tidak, balapan besok bisa menjadi bencana. Yang penting saya tidak crash, karena ada beberapa momen kritis,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!