Oliver Bearman tidak menyembunyikan frustrasinya. Pembalap muda Haas itu mengaku harus terus beradaptasi dengan karakter mobil VF-26 yang berubah-ubah setiap pekan, sebuah situasi yang membuatnya kesulitan menemukan performa terbaiknya di musim 2026.
Berbeda dengan musim lalu, di mana ia bisa langsung merasa nyaman dengan VF-25, tahun ini Bearman seperti mengendarai mobil yang berbeda setiap kali turun ke lintasan. "Sangat menantang karena Anda memiliki akhir pekan yang baik, mobil terasa enak, Anda mendapat banyak kepercayaan diri, lalu Anda berharap hal itu berlanjut ke akhir pekan berikutnya. Namun, saat Anda turun ke lintasan, mobilnya berbeda dari yang Anda kendarai lima hari sebelumnya," ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana pada 2025, terutama di Abu Dhabi, ia bisa langsung tahu batas mobil dan melakukan pengereman di titik yang sama pada lap pertama kualifikasi. "Anda tahu persis bagaimana mobil akan berperilaku," tambahnya. Kini, kata dia, setiap sesi seperti mempelajari mobil baru. "Kadang mobilnya sangat bagus dan bisa dipacu hingga limit, tapi pekan berikutnya mobilnya tidak seperti itu dan Anda seperti bergulat dengan binatang yang berbeda," jelas Bearman.

Dampaknya terasa pada performa Haas secara keseluruhan. VF-26 yang berbasis di Silverstone itu kehilangan daya saingnya dari awal musim. Tim kini tertinggal dari Racing Bulls dan Alpine dalam pertarungan papan tengah. Dengan koleksi 18 poin, Bearman memasuki Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini dengan kekhawatiran tersendiri, terutama karena sirkuit jalanan Baku memiliki trek lurus panjang yang bisa menjadi titik lemah mobil mereka.
"Ini tidak mudah bagi kami berdua, terutama di beberapa balapan terakhir di mana kami belum kompetitif," akui Bearman. Ia berharap pembaruan yang akan datang bisa membantu, tetapi untuk saat ini, fokusnya adalah mencoba memahami dan memaksimalkan paket yang ada. "Saya benar-benar kesulitan menemukan kepercayaan diri dengan mobil ini dan mendorongnya hingga batas setiap akhir pekan," tutupnya.
Pernyataan Bearman ini menyoroti tantangan teknis yang dihadapi tim-tim di era regulasi baru, di mana stabilitas karakter mobil menjadi kunci untuk konsistensi performa. Haas, yang dikenal sebagai tim dengan sumber daya terbatas, harus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini jika ingin bersaing di posisi yang lebih baik.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!