Lewis Hamilton menegaskan dukungannya agar Formula 1 2026 tetap menutup musim di Timur Tengah, meski situasi geopolitik di kawasan Teluk memanas. Pembalap Ferrari itu berbicara kepada media di Baku jelang GP Azerbaijan, dan tak ragu menyuarakan keinginannya kembali ke Qatar dan Abu Dhabi.
"Saya pribadi ingin pergi. Saya suka pergi ke Timur Tengah," ujar Hamilton. "Dari yang saya baca, sepertinya keadaan di sana baik-baik saja. Tapi saya tidak punya semua informasi, jadi saya tidak tahu tingkat risikonya. Saya percaya Stefano [Domenicali, CEO F1] akan membuat keputusan yang tepat untuk olahraga ini, tapi saya berharap kita bisa ke sana."
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Teluk membuat nasib balapan penutup musim di Qatar dan Abu Dhabi belum pasti. F1 belum mengambil tindakan resmi, tetapi kabarnya sedang menyiapkan rencana cadangan yang bisa mengakhiri musim di Eropa, dengan Imola sebagai opsi potensial.

Hamilton sendiri meragukan ide balapan di Imola pada awal Desember. "Menyelesaikan musim di musim dingin di Imola mungkin bukan ide terbaik dari segi cuaca," kata pembalap berusia 41 tahun itu. "Itu sirkuit yang indah, tapi bukan tempat di mana kita akan melakukan banyak overtaking. Dan bagi saya, semakin banyak balapan semakin baik."
F1 juga telah mengembalikan GP Bahrain ke kalender pada 4 Oktober, namun balapan tersebut akan digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Hamilton menyambut baik kembalinya Sepang, yang terakhir menggelar F1 pada 2017.
"Saya selalu suka pergi ke KL. Saya punya banyak pengalaman hebat di sana dengan tim sebelumnya; sirkuitnya luar biasa," kenangnya. "Itu sirkuit yang memberikan balapan bagus. Ketika memutuskan sirkuit mana yang akan dikunjungi, itu harus menjadi bagian dari pengambilan keputusan. Kami ingin balapan yang bagus untuk penggemar, bukan yang tidak ada overtaking. Jadi saya sangat menyambutnya. Saya menantikannya. Lagi pula, itu sirkuit yang sangat panas. Itu akan menjadi tantangan fisik yang berat, dan saya menantikan tantangan itu."
Dengan pernyataan ini, Hamilton menegaskan posisinya di tengah ketidakpastian kalender F1. Keputusan akhir ada di tangan F1 dan FIA, tetapi dukungan pembalap sekaliber Hamilton bisa menjadi pertimbangan tersendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!