George Russell tidak menyangka musim 2026 akan seberat ini. Dari yang semula dijagokan sebagai kandidat juara, ia kini harus berjuang mempertahankan posisi kedua dari kejaran rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli, yang semakin cepat. Tekanan itu memaksa Russell mempertanyakan ulang pendekatan membalapnya, terutama karena karakteristik teknis mobil generasi terbaru yang menuntut gaya mengemudi tidak alami.
Banyak pembalap mengeluh tentang gaya mengemudi yang aneh pada mobil 2026, tetapi Russell termasuk minoritas yang tampaknya dirugikan dibanding rekan setimnya. Di Silverstone dan Spa, ia mencatat kecepatan puncak lebih rendah dari Antonelli di lintasan lurus utama. Penyebabnya, Russell menggunakan tenaga listrik sedikit lebih banyak untuk berakselerasi setelah kehilangan kecepatan di tikungan sebelumnya. Oscar Piastri dari McLaren mengalami hal serupa.
Meskipun power unit F1 akan mengubah rasio tenaga mesin pembakaran dalam dan listrik dari 55:45 menjadi 58:42 pada 2027, perubahan ini tidak akan mengubah karakteristik performa secara drastis. Namun, ada perubahan lain yang lebih signifikan, termasuk keluarga ban Pirelli baru yang dikembangkan sepanjang tahun ini melalui pengujian dengan mobil saat ini.

Ditanya di Baku jelang Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini apakah ban baru bisa mendorong gaya mengemudi lebih natural, Russell memberikan jawaban positif. "Saya rasa jelas musim ini ban depan dan belakang mungkin tidak cukup seimbang," ujarnya. "Anda lihat beberapa sirkuit yang jelas membatasi bagian depan dan ban depan tetap kuat sepanjang balapan. Bisa juga karena tenaga ekstra saat keluar tikungan, sehingga ban belakang lebih bekerja keras."
Russell juga berbagi cerita menarik. Ia berbicara dengan Antonio Giovinazzi, yang mencoba mobil generasi baru ini untuk pertama kalinya di Imola beberapa hari sebelumnya. Giovinazzi terkesan dengan tenaga mobil baru saat keluar tikungan, dan Russell menilai hal itu berdampak besar pada ban belakang. "Tahun lalu saat kami mengembangkan ban ini, power unit masih generasi lama dengan tenaga keluar tikungan yang jauh lebih kecil. Jadi, bukan kejutan besar jika ban belakang lebih menderita dari yang kami perkirakan," tambahnya.
Sejarah ban Pirelli di F1 sendiri menarik. Ketika menjadi pemasok tunggal pada 2011, Pirelli diminta membuat kompon dengan grip kuat hingga titik tertentu lalu menurun cepat. Pemicunya adalah Grand Prix Kanada 2010 yang berlangsung monoton. Sejak itu, ban menjadi alat strategi, tetapi kadang membuat pembalap frustrasi. Kini, dengan ban 2027 yang lebih seimbang, Russell berharap bisa kembali ke gaya mengemudi yang lebih alami dan mengurangi kesenjangan dengan Antonelli.
Jika harapan Russell terwujud, persaingan internal Mercedes bisa semakin ketat. Antonelli yang sedang dalam performa terbaik tentu tidak akan tinggal diam. Sementara itu, para penggemar bisa menantikan apakah perubahan teknis ini akan mengubah peta kekuatan di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!