Lewis Hamilton mengungkapkan kekecewaannya terhadap keseimbangan mobil Ferrari yang tidak konsisten pada hari pertama Grand Prix Hungaria 2025. SPORTRIK menganalisis perjuangan Hamilton di Hungaroring, di mana ia finis keenam di FP2, tertinggal 0,7 detik dari Lando Norris.
Tantangan Keseimbangan Mobil
Hamilton, yang memegang rekor delapan kemenangan di Hungaria, menyebut hari Jumat sebagai “hari yang buruk” karena masalah keseimbangan SF-25. “Keseimbangan sangat tidak konsisten dari tikungan ke tikungan,” ujarnya. Oleh karena itu, mobil sulit dikendalikan, tidak hanya mengalami understeer atau oversteer. Dengan demikian, performanya jauh dari ideal. Selain itu, ia tertinggal 0,3 detik dari rekan setimnya, Charles Leclerc, yang finis ketiga. Masalah ini telah menghantui Hamilton sepanjang musim.
Upaya Perbaikan di FP1 dan FP2
Ferrari mencoba dua pendekatan berbeda untuk memperbaiki keseimbangan di FP1 dan FP2, tetapi tidak berhasil membuat Hamilton nyaman. “Kami mengubah mobil di FP2, tapi tetap tidak konsisten,” katanya. Ia menduga suhu ban menjadi penyebab potensial. Oleh karena itu, tim akan menganalisis data semalam untuk mencari solusi sebelum FP3. Dengan demikian, penyesuaian ini krusial untuk meningkatkan performa di kualifikasi.

Konteks Performa Hamilton
Hamilton belum meraih podium grand prix musim ini, menandai rekor terlama tanpa podium dalam kariernya. Meskipun demikian, ia tetap optimistis untuk memperbaiki performa di Hungaroring, sirkuit yang sangat ia kuasai. Selain itu, keunggulan McLaren dan potensi Aston Martin menambah tekanan. Oleh karena itu, Ferrari harus menemukan solusi cepat untuk bersaing dengan McLaren.
Prospek Kualifikasi
SPORTRIK memprediksi Hamilton akan fokus pada FP3 untuk menyempurnakan setelan mobil sebelum kualifikasi pukul 16:00 CEST. Dengan demikian, mengatasi masalah suhu ban dan keseimbangan akan menentukan posisi gridnya. Selain itu, persaingan dengan Leclerc dan McLaren akan sengit. Untuk pembaruan Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
171 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
131 |
|
3
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
125 |
|
4
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
80 |
|
5
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
79 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
79 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
73 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
42 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
41 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
30 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
302 |
|
2
|
|
Ferrari
|
204 |
|
3
|
|
McLaren
|
159 |
|
4
|
|
Red Bull
|
115 |
|
5
|
|
Alpine F1 Team
|
57 |
|
6
|
|
Racing Bulls
|
44 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Williams
|
11 |
|
9
|
|
Audi
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Valtteri Bottas meminta Cadillac mengorbankan efisiensi aerodinamika demi mengatasi masalah rem usai dua mobil gagal finis di GP Austria 2026.
Media dunia menyoroti kemenangan George Russell, kebangkitan Max Verstappen, serta kegagalan Ferrari pada GP Austria 2026.
Lando Norris menilai kehilangan posisi pada lap pertama menjadi penyebab utama gagalnya meraih hasil besar di Formula 1 GP Austria 2026.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!