SPONSORED

Da Costa Khawatir Jaguar Terjebak Mentalitas Menang atau Gagal

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Da Costa Khawatir Jaguar Terjebak Mentalitas Menang atau Gagal TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Antonio Felix da Costa mengakui peluangnya merebut gelar Formula E musim 2026 bisa terancam akibat inkonsistensi hasil balapan bersama Jaguar TCS Racing. Pembalap Portugal tersebut menilai Jaguar terlalu sering berada dalam situasi “menang atau gagal total” sepanjang awal musim.

Da Costa sebenarnya tampil impresif sejak bergabung dengan Jaguar usai meninggalkan Porsche. Ia langsung meraih kemenangan beruntun di Jeddah dan Madrid, serta konsisten tampil kuat dalam sesi kualifikasi. Menjelang Monaco E-Prix, mantan juara dunia Formula E itu bahkan belum pernah gagal menembus posisi sepuluh besar saat qualifying.

Namun di balik kecepatan satu lap yang kompetitif, hasil balapan Da Costa justru dinilai terlalu fluktuatif untuk standar perebutan gelar juara dunia. Dari delapan balapan yang sudah berlangsung, dua kemenangan tersebut menjadi satu-satunya podium yang berhasil diraih pembalap Portugal itu.

Gen4 Formula E Bikin Pembalap F1 Penasaran di Monaco
Baca JugaGen4 Formula E Bikin Pembalap F1 Penasaran di Monaco

Selain kemenangan di Jeddah dan Madrid, hasil terbaik lain Da Costa musim ini hanyalah posisi kelima pada balapan pertama double-header Jeddah. Situasi tersebut membuatnya merasa Jaguar harus mulai fokus mengumpulkan poin konsisten, bahkan ketika tidak memiliki kecepatan untuk memenangkan balapan.

ADVERTISEMENT

"Saya merasa musim ini kami seperti hanya menang atau tidak mencetak poin sama sekali, dan itu bukan cara untuk memenangkan kejuaraan," ujar Da Costa kepada RacingNews365.

"Saya sangat kritis terhadap diri sendiri. Bahkan di Berlin Race 1, meski ada beberapa hal kecil yang merugikan kami, saya rasa podium sebenarnya sangat mungkin diraih," lanjutnya.

Dari sisi teknis, Jaguar memang menunjukkan paket mobil yang sangat kuat dalam performa qualifying, terutama dalam aktivasi ban dan efisiensi energi pada satu lap cepat. Namun dalam simulasi balapan panjang, Jaguar beberapa kali kesulitan menjaga konsistensi temperatur ban belakang dan efisiensi energy deployment di fase akhir race.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut terlihat jelas di Berlin ketika Da Costa tampil sangat cepat dalam beberapa sesi tetapi gagal mengonversi performa itu menjadi poin besar. Pada race kedua di Tempelhof, pembalap Portugal itu bahkan kehilangan peluang setelah terkena tabrakan dari belakang.

"Saya selalu mencoba melihat apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan lebih baik. Pada akhirnya kami membutuhkan hasil P5, P6, dan P7 secara konsisten. Ketika kemenangan datang, kami akan mengambilnya, tetapi kami harus terus mencetak poin," kata Da Costa.

Da Costa juga mengakui Formula E menghadirkan tekanan emosional yang sangat ekstrem karena perubahan hasil dapat terjadi sangat cepat dalam satu akhir pekan. Ia menggambarkan situasi tersebut seperti rollercoaster yang bisa membuat pembalap merasa dominan satu hari lalu frustrasi pada hari berikutnya.

ADVERTISEMENT

Dengan Monaco E-Prix menjadi salah satu seri paling strategis dalam kalender Formula E, konsistensi kini dipandang jauh lebih penting dibanding sekadar kecepatan murni. Jaguar diperkirakan akan fokus meningkatkan stabilitas race pace dan efisiensi energi agar Da Costa tetap bertahan dalam perebutan gelar dunia hingga akhir musim.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU