Lewis Hamilton Tegaskan Optimisme Ferrari Usai Musim Sulit

© GettyImage
© GettyImage

Formula 1, Sportrik Media - Lewis Hamilton menegaskan komitmennya untuk membawa Scuderia Ferrari kembali ke jalur kemenangan, meskipun musim debutnya bersama tim asal Maranello tersebut berlangsung jauh dari ekspektasi pada kejuaraan Formula 1 2025.

 

Kepindahan besar Hamilton ke Ferrari tidak menghasilkan dampak instan di lintasan. Ia menutup musim di posisi keenam klasemen pembalap dan untuk pertama kalinya sepanjang karier Formula 1-nya gagal meraih satu pun podium grand prix. Satu-satunya kemenangan Hamilton datang dalam format Sprint Race di Grand Prix China, yang menjadi pengecualian di tengah performa Ferrari yang stagnan.

 

Ferrari sendiri mengambil keputusan strategis sejak April dengan menghentikan pengembangan aerodinamika mobil 2025 untuk memusatkan sumber daya pada regulasi baru Formula 1 2026. Langkah tersebut berdampak langsung pada daya saing tim, yang akhirnya tertinggal 435 poin dari juara konstruktor McLaren, setelah hanya terpaut 14 poin pada musim sebelumnya.

Meski demikian, Hamilton menolak narasi pesimisme dan menekankan bahwa suasana internal Ferrari tetap solid, dengan fokus kuat pada pembelajaran dan pembangunan masa depan.

“Saya tidak akan pernah membandingkan Ferrari dengan tim lain, karena semuanya sangat berbeda,” ujar Hamilton kepada media, termasuk RacingNews365.
“Saya selalu terinspirasi setiap kali kembali ke pabrik, rasanya selalu luar biasa.”

Hamilton menjelaskan bahwa daya tarik Ferrari melampaui hasil jangka pendek di lintasan, dengan faktor emosional dan budaya tim memainkan peran penting dalam menjaga motivasinya.

“Ada sesuatu yang romantis ketika Anda datang ke Ferrari, dengan mereknya,” lanjut Hamilton.
“Dan ada harmoni yang besar di dalam tim, bahkan dengan semua naik-turun yang kami alami.”

Menurut Hamilton, fokus kolektif Ferrari saat ini sepenuhnya tertuju pada proses evaluasi dan pembenahan menyeluruh setelah musim 2025 yang mengecewakan. Ia menilai pendekatan tersebut sebagai fondasi penting untuk membangun kembali daya saing jangka panjang.

“Semua orang sangat fokus untuk mengambil pelajaran dari 2025 guna membangun masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
“Itu yang selalu memberi saya dorongan setiap kali kembali ke pabrik.”

Hamilton juga mengakui bahwa masih terdapat area-area krusial yang harus ditingkatkan Ferrari, namun ia menegaskan bahwa isu-isu tersebut telah diidentifikasi dan sedang ditangani secara sistematis oleh tim.

“Tentu saja ada area yang perlu kami perbaiki; kami sudah membicarakannya, dan itulah yang sedang kami kerjakan.”

Pernyataan Hamilton mencerminkan pendekatan jangka panjang Ferrari menjelang perubahan regulasi terbesar dalam sejarah Formula 1 pada 2026. Dengan fokus pengembangan yang telah dialihkan lebih awal dan struktur tim yang tetap solid, Ferrari berharap dapat mengubah kekecewaan musim debut Hamilton menjadi fondasi kebangkitan di era baru.

 

Kini, tantangan terbesar Ferrari bukan hanya soal kecepatan di lintasan, tetapi memastikan bahwa harmoni internal dan visi jangka panjang tersebut mampu diterjemahkan menjadi performa kompetitif ketika regulasi baru mulai berlaku.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

Dakar 2026 : Analisis, Klasemen

TONTON SEKARANG