Advertisement Sportrik
15s

21 Tahun Christian Horner di Red Bull: Dari Skeptisisme hingga Kejayaan yang Berakhir Dramatis

21 Tahun Christian Horner di Red Bull: Dari Skeptisisme hingga Kejayaan yang Berakhir Dramatis
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media – Tepat 21 tahun lalu, pada 7 Januari 2005, Christian Horner ditunjuk sebagai team principal termuda dalam sejarah Formula 1. Usianya baru 31 tahun saat menerima tanggung jawab memimpin tim yang baru dibeli Red Bull dari Jaguar.

 

Skeptisisme melingkupi masuknya perusahaan minuman energi ke F1. Banyak yang menganggapnya sekadar aksi pemasaran, terutama setelah Jaguar hanya meraup 9 poin di 2004.

Empat Pria Ditangkap Terkait Perampokan Mantan Manajer Michael Schumacher
Baca JugaEmpat Pria Ditangkap Terkait Perampokan Mantan Manajer Michael Schumacher

 

Namun, Horner yang sebelumnya sukses memimpin Arden International juara F3000 pada 2002, langsung membuktikan kemampuannya. Dengan waktu persiapan hanya delapan minggu sebelum GP Australia, ia membangun otoritas atas tim yang sedang berjuang.

 

ADVERTISEMENT

Di balapan pembuka Melbourne, David Coulthard dan Christian Klien finis keempat serta ketujuh. Sepanjang musim 2005, tim mengumpulkan 34 poin, hampir empat kali lipat dari era Jaguar.

Langkah krusial Horner adalah merekrut Adrian Newey sebagai chief technical officer pada November 2005. Kedatangan desainer legendaris itu menjadi fondasi era kejayaan Red Bull.

 

Di bawah kepemimpinan Horner, Oracle Red Bull Racing meraih enam gelar konstruktor dan delapan gelar pembalap, termasuk empat titel beruntun Sebastian Vettel serta dominasi Max Verstappen.

 

ADVERTISEMENT

Visi Dietrich Mateschitz terwujud berkat keputusan berani Horner yang mengubah Red Bull menjadi salah satu tim tersukses F1.

Akan tetapi, perjalanan 20 tahun itu berakhir di tengah musim 2025. Horner dilepas dari tugasnya pada Juli 2025, dengan Laurent Mekies mengambil alih sebagai CEO dan team principal.

 

Analisis mendalam menunjukkan bahwa era Horner meninggalkan warisan luar biasa, meski diakhiri dengan penurunan performa tim dan ketegangan internal. Transisi ke 2026 menjadi babak baru bagi Red Bull di tengah regulasi revolusioner.

Ikuti terus kisah legendaris Formula 1 di Sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU