Formula 1, Sportrik Media - Carlos Sainz tengah bersiap memainkan peran yang jauh lebih besar dalam arah teknis Williams Racing seiring Formula 1 memasuki fase perubahan regulasi terbesar menuju musim 2026.
Pembalap Spanyol itu menjalani musim keduanya bersama Williams setelah pindah dari Ferrari pada 2025, namun kontribusinya terhadap desain mobil musim lalu relatif terbatas. Tim asal Grove tersebut menghentikan pengembangan mobil lebih awal demi memusatkan sumber daya pada proyek mobil generasi baru, sehingga Sainz lebih banyak beradaptasi dibanding membentuk arah teknis.
Dengan mobil baru yang akan segera menjalani uji coba pertama dalam beberapa pekan ke depan, fase awal musim akan menjadi periode krusial untuk menentukan filosofi pengembangan. Sainz menilai momen ini sebagai peluang untuk memastikan bahwa karakter dasar mobil sesuai dengan kebutuhan pembalap, baik dari sisi keseimbangan, respons, maupun kenyamanan dalam berbagai kondisi lintasan.
"Saya sudah tidak sabar untuk mulai punya pengaruh terhadap desain mobil," kata Sainz. "Filosofi set-up dan arah pengembangan menuju musim depan bisa membuat pembalap merasa lebih nyaman sejak awal. Fondasi mobil sangat menentukan."
Selain aerodinamika dan sasis, Sainz juga menyoroti pentingnya integrasi unit tenaga dan perangkat lunak dalam regulasi baru. Williams tetap akan menggunakan mesin dari Mercedes, dan ia yakin masukan pembalap akan semakin menentukan bagaimana performa mesin dan sistem energi dimaksimalkan selama balapan.
"Power unit akan menjadi faktor besar, terutama dari sisi software," jelasnya. "Memiliki dua pembalap berpengalaman seperti saya dan Alex Albon bisa membantu tim mengambil arah yang tepat."
Kepercayaan diri Sainz tumbuh setelah akhir musim 2025 yang solid. Meski sempat kesulitan di awal adaptasi, ia menutup musim dengan dua podium mengejutkan, sebuah indikasi bahwa paket teknis Williams mulai menemukan titik kompetitifnya.
Ke depan, Sainz melihat pengembangan sebagai proses dua tahap: menentukan
filosofi sebelum mobil turun ke lintasan, lalu menyempurnakannya berdasarkan data balapan nyata. Sinergi antara masukan pembalap dan keputusan teknis akan menjadi kunci bagi Williams untuk mengejar ketertinggalan dari tim-tim papan atas.
Dengan menempatkan dirinya di pusat proses tersebut, Carlos Sainz berharap tidak hanya menjadi pengemudi Williams, tetapi juga arsitek dari kebangkitan kompetitif tim tersebut dalam era baru Formula 1, yang terus dipantau secara mendalam oleh https://sportrik.com.



Diskusi & Komentar (1)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Sportrik Media • 5 hari lalu
as