Poncharal: Cedera Maverick Vinales Jadi Faktor Penghambat Utama KTM di MotoGP 2025

Maverick Vinales  © Michelin
Maverick Vinales © Michelin

MotoGP, Sportrik Media – Mantan pemilik tim Tech3, Herve Poncharal, menyatakan bahwa cedera bahu serius yang dialami Maverick Vinales di pertengahan musim 2025 menjadi salah satu penyebab utama KTM gagal meraih hasil lebih baik.

Pembalap Spanyol itu sempat menjadi pembalap KTM terbaik di awal musim, bahkan memberikan arah set-up yang kemudian menjadi acuan bagi rekan-rekannya, terutama Pedro Acosta.

Namun, kecelakaan di Grand Prix Jerman mengakibatkan cedera bahu yang rumit dan memaksa Viñales absen panjang di paruh kedua musim.

 

Setelah melalui musim dingin yang sulit—di mana KTM gagal membuat langkah besar pada RC16 akibat krisis finansial internal—Viñales langsung tampil sebagai pembalap terdepan di kubu Austria tersebut.

Ia finis di posisi podium pada balapan pembuka di Qatar, meski akhirnya dicoret karena pelanggaran tekanan ban pasca-balapan.

Maverick Vinales di pertengahan musim 2025 menjadi salah satu penyebab utama KTM gagal meraih hasil lebih baik.
Maverick Vinales  © Michelin

Arah pengembangan yang ia pilih terbukti menjadi blueprint yang efektif, membantu pembalap lain—khususnya Acosta—menemukan performa lebih baik.

Sayangnya, harapan itu terhenti abrupt ketika Viñales mengalami kecelakaan di Sachsenring.

Cedera bahu yang awalnya diperkirakan ringan ternyata berlangsung sangat lama, membuatnya kehilangan sebagian besar paruh kedua musim.

 

Akibatnya, tekanan kompetitif internal yang seharusnya tercipta antara dua pembalap Spanyol itu tidak pernah terwujud sepenuhnya.

Tanpa kehadiran Viñales yang fit, Acosta memang berhasil menjadi penantang podium reguler di akhir musim.

Namun, menurut Poncharal, kebersamaan keduanya dalam kondisi prima akan saling mendorong dan berpotensi menghasilkan paket KTM yang jauh lebih kompetitif.

“Saya tidak ingin terlalu bermain dengan ‘seandainya’ karena itu tidak akan pernah terjadi,” ujar Poncharal saat ditanya di akhir pekan Grand Prix Valencia.

“Cederanya yang kami kira ringan ternyata berlangsung sangat lama. Ini kekecewaan besar, karena di awal musim ia jelas pembalap KTM terbaik.

“Kami tidak pernah ragu Pedro akan bangkit, tapi saya yakin mereka berdua akan saling dorong dan kita bisa mendapat hasil KTM yang jauh lebih baik secara keseluruhan.”

Pada akhirnya, KTM menutup musim 2025 tanpa satu pun kemenangan balapan, memperpanjang paceklik gelar mereka menjadi tiga musim berturut-turut.

 

Ketiadaan kemenangan ini semakin menegaskan betapa krusialnya peran Viñales dalam dinamika tim.

Sementara itu, Poncharal sendiri telah mengakhiri masa jabatannya sebagai pemilik Tech3 setelah menjual tim kepada konsorsium yang dipimpin mantan bos tim Haas Formula 1, Guenther Steiner.

Ia akan tetap berperan sebagai konsultan pada 2026 untuk membantu transisi kepemilikan baru.

Kehadiran figur berpengalaman seperti Steiner—yang pernah memimpin Haas Formula 1—diharapkan membawa perspektif segar bagi struktur satelit KTM.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

Dakar 2026 : Analisis, Klasemen

TONTON SEKARANG