SPONSORED

Lando Norris: Defisit McLaren di Baku Bak Pisau di Hati

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Lando Norris: Defisit McLaren di Baku Bak Pisau di Hati
TO NEWS OVERVIEW
Lando Norris: Defisit McLaren di Baku Bak Pisau di Hati

Lando Norris tidak menyembunyikan kekecewaannya. Pembalap McLaren itu menyebut kurangnya performa timnya di Grand Prix Azerbaijan sebagai "pisau kecil di hati". Jumat yang seharusnya menjadi pijakan, justru berubah menjadi malam panjang penuh tanda tanya.

Norris hanya mampu menempati posisi ke-14 di sesi latihan pertama, terpaut 1,6 detik dari catatan tercepat George Russell. Rekan setimnya, Oscar Piastri, memang hanya tertinggal satu detik, tetapi jurang yang dialami Norris menjadi sinyal bahaya. Di FP2, ia naik ke posisi keenam dengan selisih 1,5 detik, meski sempat membatalkan putaran cepat. Sementara itu, Red Bull dan Ferrari tampak lebih mendekat ke Mercedes dengan selisih 0,8 dan 1,1 detik.

Masalah teknis memperburuk keadaan. Pada FP1, kedua mobil McLaren mengalami kerusakan aneh pada lantai (floor) mereka. Ini bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga tentang pemahaman tim terhadap paket teknis yang dibawa ke Baku. Ketika mobil tidak memberi umpan balik yang konsisten, pekerjaan rumah menjadi berlipat ganda.

Imola Siaga, Abu Dhabi Tetap Plan A: Akhir Musim F1 2026 Penuh Ketidakpastian
Baca JugaImola Siaga, Abu Dhabi Tetap Plan A: Akhir Musim F1 2026 Penuh Ketidakpastian

"Kami sangat jauh," ujar Norris dengan nada gelisah. "Kami berada di posisi yang kami harapkan, tapi 1,5 detik di belakang itu sungguh menyebalkan. Mobil tidak terasa buruk, tapi melihat betapa jauhnya kami, rasanya seperti pisau kecil di hati."

ADVERTISEMENT

Norris menegaskan bahwa kenyamanan di kokpit bukan prioritas utama. "Saya tidak peduli seberapa percaya diri saya dengan mobil. Saya hanya peduli pada kecepatan, dan kami tidak cepat. Saya mengemudikan mobil apa pun yang diberikan. Saya hanya ingin mobil ini cepat, dan saat ini belum," tegasnya.

Baku memang bukan sirkuit favorit Norris. Dari 49 podium yang telah ia raih, belum sekali pun ia finis di tiga besar di Azerbaijan. Trek jalanan yang sempit dan menuntut presisi ini seolah menjadi momok. Kini, dengan defisit waktu yang besar, misi memutus tren buruk itu terasa semakin berat.

Malam ini akan menjadi malam panjang bagi para insinyur McLaren. Mereka harus membedah data, mencari akar masalah, dan berharap bisa menemukan keajaiban sebelum sesi kualifikasi. Jika tidak, akhir pekan di Baku bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU