SPONSORED

Imola Siaga, Ending F1 2026: Qatar-Abu Dhabi Masih Plan A?

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Imola Siaga, Ending F1 2026: Qatar-Abu Dhabi Masih Plan A?
TO NEWS OVERVIEW
Imola Siaga, Ending F1 2026: Qatar-Abu Dhabi Masih Plan A?

Ketegangan menjelang akhir musim Formula 1 2026 belum juga mereda. Di tengah spekulasi soal lokasi balapan penutup, Imola kini bersiap menjadi kuda hitam. Sirkuit legendaris di Italia itu mendapat lampu hijau untuk membangun tribun dan melakukan persiapan, seolah balapan di Emilia-Romagna akan benar-benar digelar. Namun, jangan salah sangka: Qatar dan Abu Dhabi tetap menjadi rencana utama.

Formula One Management (FOM) memang harus menyiapkan opsi cadangan. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah membuat balapan di Qatar dan Abu Dhabi berisiko dibatalkan. Jika itu terjadi, F1 tidak boleh kehabisan akal. Imola pun menjadi plan B yang paling logis. Menurut sumber di paddock, F1 menanggung seluruh biaya persiapan di Imola, termasuk pembangunan tribun sementara. Artinya, pihak Imola tidak menanggung risiko finansial apa pun, apa pun hasil akhirnya.

Langkah ini tentu tidak murah. Jika pada akhirnya Imola tidak diperlukan, F1 harus merelakan dana yang sudah dikeluarkan. Tapi bagi ajang sebesar F1, memiliki rencana cadangan adalah keharusan. Terlebih, dua balapan terakhir di Timur Tengah sangat menguntungkan secara finansial. F1 jelas ingin menunggu selama mungkin sebelum mengambil keputusan final.

Piastri Lihat Sisi Positif Meski McLaren Tertinggal di Baku
Baca JugaPiastri Lihat Sisi Positif Meski McLaren Tertinggal di Baku

CEO F1, Stefano Domenicali, awalnya menyebut keputusan akan diambil pada pertengahan September. Namun, situasi berubah. Beberapa principal tim kini menunjuk pertengahan Oktober sebagai tenggat waktu baru. Meski begitu, F1 menegaskan tidak ada batas waktu yang mengikat. Secara logistik, waktu masih longgar selama Imola siap mengambil alih pada akhir pekan pertama Desember.

ADVERTISEMENT

Para tim juga telah diberi tahu tentang situasi ini. Di paddock Baku, beberapa bos tim mengaku tidak terlalu khawatir. “Saya percaya Stefano menargetkan pertengahan Oktober, kan? Jadi, kita semua tahu situasinya,” ujar bos Haas, seperti dikutip Autosport. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tim-tim tetap tenang dan mempercayai manajemen F1 untuk menangani segala kemungkinan.

Yang jelas, F1 tidak bisa tinggal diam. Jika situasi di Timur Tengah memburuk sebulan sebelum balapan, tidak ada pilihan selain mengaktifkan plan B. Imola, dengan sejarah kaya dan fasilitas yang siap, menjadi penyelamat potensial. Kini, semua mata tertuju pada perkembangan geopolitik dan keputusan F1 dalam beberapa pekan ke depan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU