Bayangkan salah satu ikon paling legendaris di kejuaraan dunia reli harus kehilangan tempatnya. Itulah ancaman nyata yang kini membayangi Safari Rally Kenya, yang kabarnya akan didepak dari kalender WRC musim depan.
Kabar ini pertama kali mencuat dari RallyJournal, yang mendengar rumor kuat sejak awal Agustus bahwa Safari Rally Kenya bakal dicoret dari kalender 2027. Kini, DirtFish juga melaporkan hal serupa, menyebut panitia penyelenggara masih berjuang mencari cara agar tetap bertahan di WRC.
Dilema Pendanaan di Balik Legenda
Safari Rally kembali menjadi bagian dari WRC pada 2021 setelah vakum lama. Sejak saat itu, event ini mendapat dukungan finansial signifikan dari pemerintah Kenya. Namun, kini dana publik tidak lagi dialokasikan untuk ajang tersebut.

Menurut laporan DirtFish, panitia penyelenggara tengah berupaya mengamankan pendanaan swasta. Sayangnya, waktu terus berdesak. Kalender musim depan harus segera difinalisasi, dan situasi di Kenya menjadi satu-satunya ganjalan yang menunda publikasi kalender 2027.
Ultimatum Promotor untuk Kenya
Julien Vial, chief operating officer promotor baru WRC, menegaskan bahwa kalender harus segera dirampungkan. Ia menyebut Kenya sebagai salah satu reli paling unik dan ikonik di kejuaraan, tetapi syarat yang diperlukan harus terpenuhi untuk memastikan posisinya.
“Kami perlu memfinalisasi kalender secepatnya, dan untuk itu kami membutuhkan kejelasan serta kepastian soal pendanaan setiap event. Kenya adalah salah satu reli paling unik dan ikonik di kejuaraan, tetapi kondisi yang diperlukan harus ada untuk mengamankan posisinya di kalender,” ujar Vial.
Dalam beberapa tahun terakhir, Safari Rally Kenya digelar pada bulan Maret sebagai putaran ketiga musim. Tahun ini, Takamoto Katsuta dari tim Toyota berhasil keluar sebagai pemenang. Namun, tanpa kepastian dana, masa depan reli bersejarah ini di WRC benar-benar berada di ujung tanduk.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!