Legenda reli sekaligus mantan prinsipal tim Toyota, Tommi Makinen, angkat bicara soal arah baru WRC yang disebutnya justru melangkah mundur. Ia memperingatkan bahwa era regulasi anyar yang akan bergulir musim depan berpotensi meredupkan gairah penggemar.
Kekhawatiran itu muncul di tengah situasi genting: hanya Toyota yang mengonfirmasi mengembangkan mobil sesuai regulasi baru. Hyundai sudah menolak, sementara M-Sport Ford juga belum berniat membangun mobil baru.
Krisis Pabrikan di Ambang Era Baru
FIA mencoba menjembatani dengan memperkenalkan WRC Rally2 Kit untuk mobil Rally2 yang ada, demi mendekatkan performa ke mobil papan atas. M-Sport setidaknya sudah mengambil tawaran tersebut, tetapi Makinen meragukan efektivitasnya.

Menurutnya, FIA seharusnya memberi masa transisi dan lebih banyak kelonggaran. Syarat wajib mengikuti kejuaraan penuh dengan dua mobil disebutnya terlalu memberatkan tim-tim kecil yang belum siap secara anggaran.
Taruhan Besar yang Bisa Berbalik Arah
Makinen mengingat bagaimana mobil yang lebih bertenaga pada 2017 justru memicu antusiasme besar. Kini, dengan performa yang justru diturunkan, ia mempertanyakan apakah minat penonton tetap terjaga atau malah menguap.
Ia juga menyoroti politik di balik regulasi baru yang dianggapnya tidak selalu mengutamakan kepentingan olahraga. Ada pihak yang mungkin memiliki kepentingan pribadi saat aturan disusun, sebuah realitas pahit yang jarang dibicarakan terbuka.
Meski demikian, ia tetap membuka peluang bahwa lebih banyak peserta bisa memeriahkan grid dan menarik perhatian. Namun, keraguan tentang arah baru ini tetap menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab. Semua mata kini tertuju pada bagaimana WRC menjalani musim transisi yang penuh ketidakpastian ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!