Teemu Suninen nyaris kehilangan segalanya di Rali Ceredigion, Wales. Ia terpeleset di sebuah persimpangan dan menghantam pagar tanaman, merusak sudut kanan-depan Skoda Fabia serta gril depannya.
Kejadian itu membuat Teemu Suninen kehilangan banyak waktu. Ia harus berputar balik untuk kembali ke jalur yang benar, sementara radiator mobilnya bocor dan mengeluarkan air.
Beruntung, kerusakan itu masih bisa diperbaiki. Ada jeda servis sebelum putaran sore, sehingga mobilnya diperkirakan siap tempur untuk babak penentu.

Dilema Klasemen di Tengah Tekanan Balapan
Suninen tetap bertahan di posisi kedua klasemen sementara. Namun, ia diawasi ketat oleh Miko Marczyk asal Polandia yang juga tampil hati-hati di trek licin. Keunggulan Suninen atas Marczyk hanya sekitar belasan detik.
Di depan, Kris Meeke terus memimpin dan unggul jauh dari Suninen. Meeke, yang jarang turun di ERC, bisa fokus penuh mengejar kemenangan, sementara Suninen harus berpikir tentang gelar juara.
“Saya kehilangan bagian belakang di persimpangan. Itu tidak ideal, tapi kami akan terus melaju,” ujar Suninen. Meeke juga mengeluh kondisi jalan yang sangat licin dan seperti es saat basah.
Persaingan Gelar Makin Panas
Masalah Suninen bertambah ketika rival utamanya, Andrea Mabellini asal Italia, naik posisi setelah Osian Pryce mundur karena masalah teknis. Andrea Mabellini kini mengintai dari belakang.
Suninen masih memimpin klasemen ERC dengan selisih poin yang cukup nyaman atas Mabellini. Namun, jika Mabellini mampu finis lebih baik, keunggulan itu bisa menyusut drastis.
Gelar juara tetap dalam genggaman Suninen jika ia bisa mencetak poin lebih banyak dari Mabellini di Wales. Syaratnya, mobilnya harus benar-benar pulih setelah servis untuk dua tahap terakhir.
Ville Vatanen memimpin ERC3 dan juga dekat dengan gelar. Kemenangan di Wales akan mengunci posisi puncaknya sebelum final musim di Portugal.
“Itu tahap yang sangat sulit dan licin. Saya harus sangat hati-hati karena sempat keluar jalur sekali. Saya tidak tahu apakah ban basah pilihan yang salah,” kata Vatanen. Dua tahap khusus masih tersisa di Wales, dan putaran penutup musim di Portugal dijadwalkan akhir Oktober.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!