Johann Zarco mengaku rencana kembalinya ke MotoGP akhir pekan ini di Aragon datang pada “waktu yang tepat”, setelah pemulihannya berjalan lebih cepat dari perkiraannya sendiri.
Pembalap LCR Honda itu mengalami cedera ligamen parah di lutut kirinya setelah kehilangan kendali saat pengereman di Tikungan 1 pada restart balapan Catalunya, Mei lalu. Kakinya kemudian tersangkut di roda belakang Pecco Bagnaia, yang juga menjatuhkan Luca Marini dari Honda.
Awalnya, Zarco diperkirakan harus menjalani operasi setelah pembengkakan mereda dan luka bakar akibat knalpot sembuh. Namun, dokter kemudian memutuskan bahwa operasi tidak diperlukan, dan Zarco pun bisa meningkatkan latihannya, baik di dalam maupun di luar lintasan.


“Saya masih di tengah proses rehabilitasi, kembali bugar, atau lebih tepatnya reconditioning, dan Aragon justru datang di waktu yang sempurna,” ujar Zarco kepada Canal+.
“Saya benar-benar tidak mengira akan bisa membalap di MotoGP secepat ini. Sudah tiga bulan lebih seminggu sejak kejadian di Barcelona. Tapi setelah beberapa sesi latihan dengan supermoto dan CBR – yang memiliki posisi balap sama dengan motor MotoGP – saya melihat semuanya berjalan baik. Jadi, ada baiknya bisa kembali ke Aragon dan merasakan kembali sensasi kecepatan di atas 300 km/jam,” tambahnya.
Pemenang Le Mans tahun lalu itu juga mengaku masih “ketagihan pada adrenalin, dan akan terasa menyenangkan untuk mengalaminya lagi.” Namun, Zarco harus melewati pemeriksaan medis MotoGP pada Kamis sebelum diizinkan turun di Aragon, dengan Cal Crutchlow tetap siaga sepanjang akhir pekan. Jika Zarco start pada balapan Minggu, dia harus menjalani double long lap penalty sebagai akibat insiden di Catalunya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!