MotoGP, Sportrik Media - Jorge Martin dari Aprilia Racing menilai kondisi lintasan MotoGP Brasil 2026 tetap layak digunakan, meski adanya lubang di trek sempat menyebabkan penundaan panjang pada jadwal Sprint di Goiania.
Gangguan terjadi pada Sabtu ketika lubang ditemukan di lintasan lurus start-finish Sirkuit Ayrton Senna, yang menjadi tuan rumah MotoGP Brasil pertama sejak 2004. Akibatnya, seluruh jadwal sore harus disesuaikan, termasuk pemindahan sesi kualifikasi Moto2 ke Minggu pagi serta penundaan start Sprint Race.
Balapan Sprint akhirnya dimulai pukul 16:20 waktu setempat, tertunda lebih dari satu jam dari jadwal awal untuk memberi waktu perbaikan lintasan. Meskipun demikian, proses perbaikan tersebut tidak memengaruhi jalannya balapan secara langsung.

“Tidak mudah menjaga konsentrasi setelah menunggu lebih dari satu setengah jam,” ujar Martin kepada TNT Sports.
“Saya hanya mengulang rutinitas yang sama seperti sebelumnya.”
Martin juga menegaskan bahwa posisi lubang berada di luar racing line, sehingga tidak menjadi faktor risiko signifikan bagi pembalap MotoGP.
“Saya bahkan tidak melihatnya, karena berada di luar jalur balap.”
“Menurut saya, kami tetap bisa balapan meskipun ada lubang itu, karena tidak berada di racing line. Jadi bagi pembalap MotoGP, itu bisa kami atasi.”
Dalam balapan Sprint tersebut, Martin berhasil finis di posisi ketiga, sekaligus menjadi podium pertamanya bersama Aprilia Racing di MotoGP. Hasil ini menjadi indikasi positif terhadap progres adaptasinya bersama RS-GP setelah bergabung dari Ducati.
Ia mengungkapkan bahwa peningkatan performa datang dari kombinasi latihan intensif dan pemahaman yang semakin baik terhadap kebutuhan teknis motor.
“Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berlatih dan mencoba menyatukan semuanya, dan sekarang rasa percaya diri mulai kembali,” jelas Martin.
“Saya tahu apa yang saya butuhkan dari motor dan dari gaya balap saya.”
Meski demikian, Martin mengakui bahwa kecelakaan saat sesi kualifikasi Q2 berdampak pada tingkat kepercayaan dirinya di awal Sprint. Ia merasa kehilangan momentum dalam beberapa lap pertama, terutama saat melakukan manuver menyalip.
“Saya tahu potensi saya sebenarnya bisa untuk menang, tapi setelah crash di kualifikasi saya sedikit kehilangan kepercayaan diri.”
“Saya terlalu berhati-hati di tiga lap pertama saat menyalip Fabio Quartararo, lalu mulai lebih nyaman saat berada di belakang Marco Bezzecchi.”
Secara keseluruhan, Martin menilai ritmenya tetap kompetitif dan berharap dapat meningkatkan performa pada balapan utama. Namun, ia juga mengakui bahwa Ducati masih memiliki keunggulan teknis, terutama dalam aspek tertentu seperti gearbox.
“Kami mungkin masih satu langkah di belakang Ducati,” tambahnya.
“Saya mendengar mereka membicarakan beberapa hal, dan kami punya gearbox yang berbeda, jadi mungkin kami perlu melakukan perubahan untuk balapan.”
Martin menekankan bahwa kunci utama di Goiania adalah kemampuan pembalap dalam beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berubah-ubah, terutama setelah perbedaan signifikan antara sesi Practice dan Sprint.
Dengan podium Sprint sebagai fondasi awal, Martin kini menargetkan peningkatan performa dalam balapan utama sepanjang 31 lap, meski mengakui tantangan besar dalam menyaingi Ducati.
MotoGP Brasil 2026 akan berlanjut ke balapan utama, di mana konsistensi dan adaptasi terhadap kondisi lintasan akan menjadi faktor penentu dalam perebutan kemenangan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!