Advertisement Sportrik
15s

Jack Miller Kritik Arah Regulasi Moto3 2028

Notifikasi
Jack Miller Kritik Arah Regulasi Moto3 2028
© Red Bull Content Pool

MotoGP, Sportrik Media - Jack Miller menyoroti arah perubahan regulasi Moto3 menuju 2028 di tengah fokus paddock terhadap perubahan teknis MotoGP 2027. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menilai transformasi kelas ringan justru berpotensi menjadi yang paling radikal dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan yang masih menunggu konfirmasi resmi tersebut mengarah pada penggantian motor 250cc satu silinder saat ini—yang dikembangkan oleh KTM dan Honda—dengan mesin dua silinder berbasis produksi berkapasitas sekitar 700cc dari satu pemasok tunggal. Langkah ini ditujukan untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan diferensiasi performa antar pembalap di lintasan.

Jack Miller, yang memulai debut grand prix di kelas 125cc pada 2011 dan menjadi rival utama Alex Marquez dalam perebutan gelar Moto3 2014, mengakui kebutuhan akan perubahan. Namun, ia mempertanyakan pendekatan teknis yang diambil, khususnya terkait peningkatan kapasitas mesin yang dinilai bukan solusi utama.

Marc Marquez Soroti Dominasi Aprilia MotoGP 2026
Baca JugaMarc Marquez Soroti Dominasi Aprilia MotoGP 2026

“Saya rasa perubahan memang diperlukan,” ujar Miller kepada Crash.net.

ADVERTISEMENT

“Namun penggunaan mesin yang lebih besar, saya tidak sepenuhnya setuju. Saya pikir ban yang lebih kecil bisa menjadi solusi yang lebih tepat.”

Ia menjelaskan bahwa tren penggunaan ban dalam dua dekade terakhir terus mengarah pada ukuran yang lebih besar di semua kelas, termasuk Moto3, Moto2, dan MotoGP. Hal ini berdampak pada peningkatan grip dan area kontak, yang menurutnya mengurangi variabilitas performa pembalap.

Menurut Miller, karakteristik Moto3 saat ini membuat pembalap dapat mempertahankan kecepatan tinggi dengan risiko relatif lebih rendah, karena kombinasi tenaga terbatas dan grip tinggi dari ban modern. Ia menilai pengurangan lebar ban dapat meningkatkan tantangan teknis sekaligus membuka peluang bagi talenta individu untuk lebih menonjol.

ADVERTISEMENT

“Dengan kondisi sekarang, sulit untuk membuat kesalahan besar karena ban memberikan grip yang sangat baik,” lanjutnya.

“Hanya dengan mengurangi lebar ban, saya rasa itu sudah cukup untuk membuat persaingan lebih tersebar.”

Selain aspek teknis, Miller juga menyoroti isu biaya yang menjadi salah satu alasan utama perubahan regulasi. Meskipun memahami pendekatan penggunaan mesin berbasis produksi, ia meragukan bahwa langkah tersebut benar-benar akan mengurangi biaya operasional tim.

ADVERTISEMENT

Ia menilai bahwa mesin balap yang dirancang khusus justru lebih efisien dalam konteks grand prix, karena telah dioptimalkan sejak awal untuk kebutuhan kompetisi, dibandingkan mesin produksi yang masih memerlukan modifikasi signifikan.

“Saya mengerti arah ke mesin produksi, karena pasar tidak lagi mendukung mesin balap 250cc murni,” jelasnya.

“Namun pada akhirnya ini adalah balap grand prix. Saya tidak yakin mesin produksi akan lebih murah bagi tim.”

ADVERTISEMENT

Ia juga menyinggung bahwa pendekatan serupa telah diterapkan di Moto2 dengan penggunaan mesin tunggal dari Triumph, meskipun sasis tetap terbuka untuk kompetisi antar konstruktor. Dalam pandangannya, keseimbangan antara standardisasi dan inovasi tetap menjadi elemen penting dalam menjaga identitas kejuaraan.

Terlepas dari kritik tersebut, Miller tetap mendukung upaya peningkatan keselamatan di kelas Moto3. Ia menilai bahwa karakter balapan saat ini, yang sering berlangsung dalam kelompok besar dengan jarak sangat rapat, meningkatkan risiko insiden.

Sebagai perbandingan, ia merujuk pada pengalaman di kelas Supersport 300 yang kini telah digantikan oleh kategori baru pada 2026. Menurutnya, kombinasi tenaga rendah dan ban besar menciptakan pola balap beriringan yang berpotensi memicu kecelakaan besar.

ADVERTISEMENT

“Saya percaya Moto3 memang perlu dibuat lebih aman,” tegasnya.

“Jika perubahan ini bisa membuat talenta lebih menonjol dan memecah grup, itu akan membantu.”

Perubahan regulasi Moto3 menuju 2028 akan menjadi salah satu titik krusial dalam evolusi struktur balap grand prix. Dengan keseimbangan antara biaya, keselamatan, dan identitas teknis sebagai fokus utama, keputusan akhir dari FIM dan Dorna Sports akan menentukan arah pengembangan generasi pembalap masa depan. Implementasi regulasi ini juga akan menjadi fondasi penting menjelang siklus teknis berikutnya di seluruh kelas kejuaraan dunia.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU