Lewis Hamilton memberikan penilaian jujur atas performanya di paruh pertama musim Formula 1 2026. Setelah menjalani musim debut yang sulit bersama Ferrari, kini sang juara dunia tujuh kali tampil lebih kompetitif dan percaya diri.
Musim 2026 menjadi titik balik bagi Hamilton. Ia terlihat mampu mengeluarkan potensi penuh dari mobil SF-26, dengan overtake-overtake berani dan hasil konsisten. Ini kontras dengan tahun lalu, ketika ia gagal naik podium sekali pun sepanjang musim—sebuah rekor buruk dalam 20 tahun kariernya.
Kemenangan perdananya untuk Ferrari di GP Spanyol menjadi momen pembuktian. Hasil itu diraih pada percobaan ke-31 bersama tim asal Italia tersebut. Sejak itu, Hamilton menambah empat podium lagi dan tidak pernah finis di luar enam besar, membuatnya unggul atas rekan setim, Charles Leclerc, dan pebalap Mercedes, George Russell, di klasemen.

Meski kini terpaut 50 poin dari Kimi Antonelli—penggantinya di Mercedes—Hamilton menilai performanya dengan rendah hati. "Sedikit di atas rata-rata, mungkin," ujarnya. Ia juga menegaskan fokusnya hanya pada satu balapan demi satu balapan, tidak memikirkan gelar juara dunia kedelapan.
Menariknya, Hamilton mengaku tidak perlu banyak mengubah gaya balapnya menghadapi regulasi baru 2026 yang cukup revolusioner. "Saya tidak merasa harus beradaptasi lebih banyak dibanding era mobil lainnya," katanya. Ini menunjukkan kemampuan adaptasinya yang luar biasa setelah sebelumnya kesulitan dengan mobil ground-effect.
Dengan paruh musim kedua yang masih panjang dan Ferrari yang mulai menunjukkan kecepatan bersaing di papan atas, sikap tenang Hamilton seolah ingin membuktikan segalanya lewat hasil di lintasan, bukan sekadar ekspektasi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!