Marc Marquez tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai sprint race MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Ducati itu finis kedua, tapi mengaku pace-nya jauh dari cukup untuk melawan Aprilia dan KTM. Baginya, penyebab utamanya adalah casing belakang khusus yang dibawa Michelin ke Spielberg.
Sejak sesi latihan bebas pertama, Marquez sudah merasakan ada yang aneh. Motor Desmosedici GP26-nya tidak memberikan cengkeraman yang biasanya ia dapat di sirkuit lain. "Kami kesulitan. Kami sangat kesulitan di Thailand dan kami kesulitan lagi di sini," ujarnya. "Kami tahu ini casing yang berbeda. Semua pembalap pakai ban yang sama dan ban itu bekerja dengan baik, tapi kami perlu memahami cara memaksimalkannya."
Michelin memang membawa casing belakang dengan konstruksi lebih kaku untuk beberapa sirkuit yang memiliki beban tinggi, seperti Buriram, Goiania, Red Bull Ring, dan Mandalika. Tujuannya untuk menahan tekanan dan suhu ekstrem. Namun, bagi Ducati, karakter ban ini justru membuat mereka kehilangan performa. "Sejak FP1, semua Ducati kesulitan lebih dari biasanya," tambah Marquez.

Di sprint race, Marquez sempat memimpin di tikungan pertama, tapi kemudian disalip oleh Pedro Acosta yang memacu KTM-nya dengan ganas. Dalam setengah balapan, Marquez tertinggal lebih dari dua detik dari Acosta. Ia juga tidak mampu menahan laju Jorge Martin yang pulih dari posisi kedelapan dan menyalipnya di lap 8. Beruntung bagi Marquez, Acosta terjatuh tiga lap sebelum finis, sehingga ia naik ke posisi kedua.
Hasil ini membuat Martin kini memimpin klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Marquez. Yang lebih mengkhawatirkan, Marquez adalah satu-satunya pembalap Ducati yang finis di podium. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, hanya finis keenam, sementara Alex Marquez kelima. Pembalap Ducati lainnya, Fermin Aldeguer dan Fabio di Giannantonio, bahkan kalah dari Johann Zarco (LCR Honda) dan harus puas di posisi delapan dan sepuluh.
Marquez menegaskan bahwa masalah ini murni karena ban, bukan karena perubahan pada motor. "Bagi saya, ya, karena kami tidak mengubah motor banyak dibanding balapan sebelumnya dan saya cepat; semua Ducati juga sangat cepat. Di sini, sejak FP1, semua Ducati kesulitan lebih dari biasanya, itu saja," jelasnya.
Duel Marquez dengan Martin menjadi salah satu momen menarik di sprint race. Keduanya sempat bertarung ketat di tikungan awal, dengan Marquez sempat unggul. Namun, Martin berhasil membalas dan memaksa Marquez melebar. Meski demikian, Marquez tetap optimistis untuk balapan utama pada Minggu, dengan catatan tim Ducati harus segera menemukan solusi untuk ban belakang Michelin yang merepotkan itu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!