Isack Hadjar kembali ke kokpit dengan cara yang nyaris sempurna. Setelah absen karena cedera pergelangan tangan, pembalap muda Red Bull Racing itu langsung naik podium ketiga di Grand Prix Azerbaijan, memanfaatkan lock-up yang dialami Oscar Piastri di akhir balapan. Hasil ini melengkapi podium ganda Milton Keynes bersama Max Verstappen yang finis kedua.

Penampilan Hadjar mendapat pujian dari komentator F1 TV, Alex Brundle. Menurutnya, Hadjar tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas mengikuti perintah tim untuk tetap berada di belakang Verstappen. "Dengan cara apa pun, saya pikir Max akan berakhir di depan Hadjar di akhir balapan," ujar Brundle dalam siaran pasca-balapan. "Dan seperti yang terjadi, dia mungkin akan melewatinya dengan cepat saat menggunakan ban soft."
Brundle menambahkan bahwa comeback Hadjar layak disebut luar biasa. "Dia benar-benar melakukan comeback yang luar biasa hari ini dan telah mendapatkan poin rekan setim yang bagus karena memainkan permainan ini, dan dia menunjukkan kecepatan luar biasa akhir pekan ini," jelasnya. "Jika Anda ingin comeback dari cedera dengan kontrak baru di tangan, itulah momennya, dan dia sangat pantas mendapatkan podium. Faktanya, sebagai pasangan pembalap, mereka yang terbaik di lapangan hari ini."

Juara dunia F1 1996, Damon Hill, yang juga hadir dalam siaran tersebut, menambahkan pandangannya. "Pemulihan luar biasa dari Isack Hadjar setelah cedera dan absen. Mereka tim yang kuat. Anda tidak pernah bisa meremehkan Red Bull," kata Hill. "Mereka tim balap agresif yang mengambil risiko. Mereka selalu berjuang untuk sesuatu, dan mereka luar biasa. Anda harus katakan mereka telah melalui begitu banyak iterasi manajemen dan entah apa lagi, tetapi mereka masih di sana berjuang."
Dengan hasil ini, Verstappen dan Hadjar masing-masing menempati posisi keenam dan kedelapan di klasemen pembalap dengan 163 dan 86 poin. Red Bull berada di peringkat keempat klasemen konstruktor dengan 263 poin, termasuk poin yang dikumpulkan Liam Lawson saat menggantikan Hadjar yang cedera. Podium ganda ini menjadi sinyal bahwa tim asal Milton Keynes itu masih punya taring di sisa musim.
Bagi Hadjar, balapan di Baku bukan sekadar tentang finis ketiga. Ini adalah pernyataan bahwa ia mampu kembali dari cedera tanpa kehilangan kecepatan, dan bahwa kontrak barunya untuk 2027 bukanlah jaminan, melainkan motivasi. Duetnya dengan Verstappen pun mulai menunjukkan chemistry yang solid, sesuatu yang bisa menjadi modal Red Bull untuk bersaing lebih keras di putaran-putaran berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!