SPONSORED

F1 2026: Haas Tertinggal dalam Balapan Pengembangan Mesin Lawan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
F1 2026: Haas Tertinggal dalam Balapan Pengembangan Mesin Lawan TO NEWS OVERVIEW
F1 2026: Haas Tertinggal dalam Balapan Pengembangan Mesin Lawan

Haas memulai musim F1 2026 dengan gemilang, tetapi perkembangan rival di tengah musim membuat tim asal Amerika itu kini tertinggal. Setelah paruh pertama musim, tim yang berbasis di Kannapolis ini berada di posisi ketujuh klasemen konstruktor dengan 21 poin, berkat performa impresif Oliver Bearman.

Namun, ketertinggalan dalam hal pengembangan menjadi sorotan utama. Haas, yang merupakan tim terkecil di grid dan satu-satunya yang tidak beroperasi di bawah batas budget cap, berhasil tampil mengejutkan di awal musim. Mobil VF-26 mereka terbukti kompetitif, bahkan Bearman mampu mengalahkan Red Bull di China dengan finis kelima.

Sayangnya, ketika rival-rival di lini tengah mulai membawa paket upgrade besar-besaran, Haas mulai tertinggal. Racing Bulls dengan upgrade lantai di Kanada melesat maju, sementara Audi juga menunjukkan peningkatan yang membuat Haas kesulitan bersaing sejak GP Barcelona. Hasil terbaik Haas dalam lima balapan terakhir hanyalah posisi 12 di Silverstone.

George Russell Umumkan Pertunangan di Tengah Libur F1
Baca JugaGeorge Russell Umumkan Pertunangan di Tengah Libur F1

Masalah kedua datang dari sisi garasi yang berseberangan. Esteban Ocon belum menyumbang satu poin pun, dan performanya yang menurun memunculkan kekhawatiran akan masa depannya. Namun, ada faktor lain yang memengaruhi: inkonsistensi kualitas komponen yang dibuat tim, yang berdampak pada kepercayaan diri Ocon di dalam mobil.

ADVERTISEMENT

Kemitraan teknis dengan Toyota diharapkan bisa menjadi penyelamat. Haas akan segera memiliki simulator sendiri untuk pertama kalinya, yang memungkinkan mereka menguji pembalap dan meningkatkan kapasitas manufaktur. Ini menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan di paruh kedua musim.

Nilai Akhir: C-

Meski awal musim yang kuat layak diapresiasi, kegagalan mengikuti laju pengembangan rival membuat nilai Haas turun. Dengan sumber daya yang terbatas, tantangan yang dihadapi tim asuhan Ayao Komatsu ini semakin berat. Namun, potensi untuk bangkit tetap ada, terutama dengan dukungan Toyota dan kerja keras para kru yang tak pernah berhenti berjuang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU