Lewis Hamilton tidak mau larut dalam hasil kurang memuaskan pada hari Jumat GP Azerbaijan. Pembalap Ferrari itu menorehkan waktu tercepat kelima di FP2, terpaut lebih dari 1,3 detik dari mantan rekan setimnya di Mercedes, namun ia tetap melihat sisi positif dari sesi latihan bebas tersebut.
“Selalu menyenangkan mengemudi di sirkuit ini, dan secara keseluruhan ini hari yang produktif,” ujar Hamilton. “Sesi pertama cukup menggembirakan, kami bisa menyelesaikan beberapa lap dengan konsisten dan membangun dasar yang berguna. Ada beberapa aspek yang perlu kami analisis lebih dalam, tapi kami mengumpulkan banyak data yang akan kami pelajari malam ini.”
Ferrari memang tidak tampil dominan di Baku. Sejak awal sesi, Charles Leclerc sudah mengeluhkan keseimbangan mobil, dan tim harus bekerja ekstra untuk memahami penyebabnya. Meski demikian, Hamilton memilih untuk tidak terburu-burU menyimpulkan.

Fokus pada Ban
Hamilton menekankan bahwa pengelolaan ban menjadi kunci utama untuk memperbaiki performa SF-26. “Persiapan ban tetap menjadi aspek penting yang harus kami fokuskan, terutama untuk bisa membawanya secara konsisten ke jendela operasi yang tepat. Ini berdampak signifikan pada grip dan keseimbangan mobil, jadi akan menjadi prioritas kami menjelang kualifikasi besok.”
Pernyataan ini sejalan dengan karakteristik sirkuit Baku yang terkenal sulit bagi ban, dengan kombinasi tikungan cepat dan trek lurus panjang yang membuat suhu ban mudah berubah. Ferrari tampak kesulitan menemukan setelan yang tepat, terutama pada simulasi balapan dengan bahan bakar penuh.
Meski demikian, Hamilton tetap optimistis. Ia berharap bisa membalikkan tren negatif Ferrari yang sudah empat akhir pekan berturut-turut absen dari podium. “Kami tahu apa yang harus diperbaiki. Malam ini akan menjadi malam yang panjang, tapi saya percaya tim bisa menemukan solusi,” tambahnya.
Ferrari juga masih mencari performa di kualifikasi. Terakhir kali mereka meraih posisi start baris depan adalah di GP Barcelona, saat Hamilton menempati posisi kedua dan memenangkan balapan keesokan harinya. Kini, dengan SF-26 yang belum sepenuhnya kompetitif, tim harus bekerja keras untuk setidaknya menembus Q3 dan bersaing di kelompok depan.
Hamilton sendiri tidak ingin terbebani target muluk. Ia lebih memilih fokus pada proses dan perbaikan bertahap. “Kami harus realistis, tapi juga tidak boleh kehilangan motivasi. Setiap sesi adalah kesempatan untuk belajar,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!