Esapekka Lappi, pembalap Finlandia berusia 35 tahun, akan menggelar konferensi pers pada Senin mendatang bersama Skoda Motorsport Finland. Dalam acara tersebut, ia dijadwalkan mengumumkan langkah selanjutnya dalam karier reli profesionalnya. Kabar ini menjadi sorotan setelah Lappi menjalani musim WRC 2026 yang penuh liku bersama Hyundai.
Lappi baru saja menuntaskan balapan terakhirnya sebagai pembalap pabrikan Hyundai di Rally Chile pekan lalu. Meski demikian, musimnya belum benar-benar usai. Ia masih akan tampil di final Kejuaraan Reli Finlandia di Porvoo pekan depan. Namun, yang paling dinanti tentu adalah pengumuman soal masa depannya.
Dalam konferensi pers nanti, rencana masa depan pembalap muda berbakat Finlandia, Lauri Halonen (16), juga akan diungkap. Hal ini menunjukkan bahwa acara tersebut tidak hanya membahas Lappi, tetapi juga regenerasi pembalap Finlandia.

Akhir Musim yang Pahit
Setelah Rally Chile, Lappi tidak langsung mengungkap rencananya. Seorang wartawan RallyJournal.com bertanya langsung apakah ia akan terlihat lagi di WRC. Dengan singkat, Lappi menjawab, “Mungkin tidak akan pernah lagi. Saya tidak tahu.”
Musim ini, Lappi tampil sebagai pembalap paruh waktu Hyundai, berbagi mobil ketiga dengan Hayden Paddon dan Dani Sordo. Ia mengikuti lima reli WRC. Hasil terbaiknya adalah finis keempat di Safari Rally Kenya. Ia finis keenam di Swedia dan Chile, sementara di Estonia ia hanya mampu finis kedelapan. Reli kandangnya di Finlandia berakhir dengan kecelakaan.
Meski finis keenam di Chile, hasil itu tidak membuatnya tersenyum. Ada alasan jelas: ia tidak pernah menemukan kecepatan kompetitif dan akhirnya finis lebih dari lima menit di belakang pemenang.
Setelah reli, Lappi mengungkapkan mengapa kecepatannya begitu tertekan. “Kami seharusnya mengganti rear diff sepenuhnya, dan itu akan lebih baik. Tapi kami tidak bisa melakukannya karena Chile terkait dengan Paraguay. Saya pikir itu akan sangat membantu, tapi tidak memungkinkan,” ujarnya.
Lappi juga tidak pernah mendapatkan kepercayaan diri yang cukup pada mobilnya sepanjang reli. Salah satu faktor utamanya adalah ia tidak menjalani tes pra-acara. “Saya pikir ini memang yang kami pantas dalam hal persiapan. Saya datang langsung ke sini setelah kecelakaan di Finlandia tanpa mengemudi di antaranya, dan kemudian kami dilempar ke kondisi ini. Bagi saya, itu mustahil.”
Dengan pengumuman yang akan datang, para penggemar reli menantikan apakah Lappi akan melanjutkan karier di WRC, beralih ke kejuaraan lain, atau mungkin pensiun. Yang jelas, langkahnya akan segera terjawab.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!