SPONSORED

Tardozzi: Ducati Tertekan, KTM dan Aprilia Bangkit di MotoGP

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Tardozzi: Ducati Tertekan, KTM dan Aprilia Bangkit di MotoGP
TO NEWS OVERVIEW
Tardozzi: Ducati Tertekan, KTM dan Aprilia Bangkit di MotoGP

Davide Tardozzi tak menampik kenyataan pahit yang menimpa Ducati di MotoGP Austria. Sang Team Manager Ducati berbicara terbuka kepada GPOne, mengakui bahwa KTM dan Aprilia kini berada di depan, sementara pembalapnya, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia, harus berjuang keras.

“Saya rasa rival-rival kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ujar Tardozzi. Ia menyoroti performa Pedro Acosta yang mendominasi akhir pekan meski terjatuh di hari Sabtu. “Pedro membuat kesalahan kemarin, tapi saya pikir dia adalah penguasa akhir pekan ini. Sayangnya karena crash itu dia tidak bisa membawa pulang poin penuh.”

Ducati di MotoGP Austria
Ducati harus mengakui keunggulan KTM dan Aprilia di Austria.

Bagi Tardozzi, kompetitivitas rival bukan hal baru. “Mereka sudah kompetitif sejak akhir tahun lalu, dan sekarang semua pembalap yang mengendarai motor itu bisa tampil cepat. Kami harus bekerja untuk membendung situasi ini dan memberikan tambahan pada Marc, Pecco, dan pembalap Ducati lainnya di sisa musim,” tegasnya.

Toprak Razgatlioglu Sebut GP Austria Balapan Terburuk Kedua
Baca JugaToprak Razgatlioglu Sebut GP Austria Balapan Terburuk Kedua

Masalah teknis yang dialami Marc Marquez menjadi sorotan. “Marc menyatakan dia punya masalah dengan rem. Saya belum tahu detailnya, tapi saya yakin Gigi [Dall’Igna] dan para insinyur lainnya sedang menganalisis data untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kami percaya pada apa yang dikatakan Marc dan akan mencoba mengidentifikasi masalah yang membatasinya. Ketika situasi tampak teratasi, di lap-lap terakhir dia kembali mencatat waktu yang sama seperti awal balapan.”

ADVERTISEMENT

Kegagalan di Austria membuat Ducati kehilangan banyak poin. “Kami tidak mengharapkan kehilangan begitu banyak poin di sini, tapi kami harus memberi selamat kepada mereka. Sekarang giliran kami untuk bereaksi di balapan berikutnya,” ujar Tardozzi. Ia juga memuji Aprilia yang kini menuai hasil kerja keras. “Aprilia telah bekerja dengan baik dan sekarang memanen buahnya. Kejuaraan masih terbuka.”

Menatap rangkaian balapan Asia, Tardozzi waspada. “Setidaknya ada beberapa sirkuit di mana, jika melihat ke belakang, rival kami jauh lebih kompetitif. Tidak akan mudah: kejuaraan tetap terbuka, tapi situasinya sudah cukup rumit,” tambahnya.

Soal kunci juara, Tardozzi menukil pelajaran dari Casey Stoner. “Konsistensi, kecepatan, dan agresivitas. Kita sudah sampai pada momen di mana harus menyerang. Seperti yang diajarkan Casey Stoner kepada saya, paruh pertama kejuaraan dihadapi dengan kepala, dan paruh kedua dengan hati,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU