Toprak Razgatlioglu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah finis kedua dari belakang di MotoGP Austria. Pembalap Pramac itu menyebut balapan 28 lap di Red Bull Ring sebagai "balapan terburuk kedua dalam hidup saya".
Mantan juara WorldSBK itu mengaku hampir menyerah dan masuk ke pit sebelum balapan usai. Namun, rasa hormat kepada Yamaha membuatnya bertahan hingga garis finis. "Saya berpikir untuk masuk pit. Tapi saya cukup menghormati Yamaha untuk terus melaju, karena pace-nya bencana," ujarnya.
Masalah utama yang dihadapi Razgatlioglu adalah hilangnya traksi sejak awal balapan. "Saya sangat terkejut, karena di lima lap pertama saya sudah tidak merasakan grip. Hanya spin. Saya marah di atas motor karena bertanya-tanya, 'Ini ban baru, tapi kenapa tidak ada grip dari awal?'" jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi semakin buruk di enam lap terakhir. "Saya bertanya pada diri sendiri, 'Bagaimana mungkin bisa menyelesaikan balapan?' Karena di trek lurus hanya spinning. Dari keluar tikungan pertama, saat saya angkat motor, langsung spin. Di mana-mana, saya hanya merasakan spin," tambahnya.
Razgatlioglu menyebut balapan terburuk lainnya terjadi di Thailand tahun ini, dengan masalah serupa: hilangnya grip. "Sangat aneh, kemarin kami bisa mengatasinya. Tapi hari ini saya tidak mengharapkan ini," tandasnya.
Balapan di Austria memang mimpi buruk bagi Yamaha. Fabio Quartararo yang tampil impresif dengan posisi kesembilan di kualifikasi harus puas finis ke-17, di luar zona poin. Sementara itu, rekan setim Razgatlioglu, Jack Miller, tertinggal hampir 70 detik dari pemenang.
Hasil ini jelas mencoreng performa Yamaha yang sedang berjuang mengembalikan daya saing. Dengan masalah traksi yang parah, tim harus segera mencari solusi sebelum balapan berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!