Panggung World Rally Championship bersiap menyambut wajah baru. Project Rally One resmi memamerkan mobil WRC27 mereka untuk pertama kalinya, menandai langkah besar menuju debut di FIA World Rally Championship 2027. Proyek yang dipimpin insinyur motorsport Lionel Hansen ini menjadi konstruktor swasta pertama yang membangun mobil di bawah regulasi WRC27, yang membuka kelas tertinggi ke tuner independen selain pabrikan tradisional.
Pengembangan awal telah dilakukan dengan intens. Bruno Thiry dan Stephane Lefebvre menggeber mobil ini selama lima hari di aspal, menempuh 750 km sebagai bagian dari program pengujian. Hasilnya menjadi fondasi penting sebelum beralih ke permukaan gravel. Juara ERC yang baru dinobatkan, Teemu Suninen, dijadwalkan mengambil alih tugas mengemudi saat program beralih ke gravel pada Oktober mendatang.
“Setelah homologasi selesai, kami akan melanjutkan sesi tes lebih lanjut, lagi-lagi di aspal pekan depan, sebelum pindah ke gravel pada Oktober,” ujar Lionel Hansen, pemimpin proyek. Pernyataan ini menegaskan bahwa tim tetap pada jalur yang direncanakan. Targetnya jelas: dua mobil Rally One akan berlaga di Rallye Monte-Carlo 2027. “Ini tantangan berat, tapi tetap realistis. Masih banyak yang harus terjadi antara sekarang dan nanti,” tambahnya.

Di balik kap mesin, mobil ini menggunakan mesin berlabel Grup VAG yang terkait dengan unit di Skoda Fabia RS Rally2, namun dimodifikasi ekstensif agar sesuai dengan regulasi WRC27. Sasis dan bodi khusus dikembangkan serta dibangun oleh Faster Racing yang berbasis di Paris. Kolaborasi ini menunjukkan pendekatan serius untuk menciptakan mobil yang kompetitif di kelas tertinggi.
Langkah Project Rally One mendapat apresiasi dari WRC Promotor. COO Julien Vial menyebut proyek ini sebagai contoh menarik dari ambisi yang ditarik WRC seiring evolusi kejuaraan. “Yang sangat mengesankan adalah melihat sesuatu yang diciptakan dari nol—menggabungkan program teknis, orang-orang, mitra, dan identitas baru. Membawa proyek seperti ini dari ide menjadi mobil fisik membutuhkan komitmen, investasi, dan keyakinan besar dari semua yang terlibat,” ujar Vial.
Vial menambahkan bahwa kehadiran Project Rally One bukan sekadar menambah jumlah mobil di lintasan. WRC ingin tetap menjadi lingkungan menarik bagi pabrikan dan tim mapan, tetapi juga bagi pendatang baru ambisius yang membawa ide segar, cerita baru, dan peluang baru bagi merek serta mitra. “Project Rally One adalah contoh nyata dari itu,” tegasnya.
Dengan regulasi WRC27 yang membuka pintu bagi konstruktor independen, langkah Project Rally One bisa menjadi preseden bagi proyek serupa. Jika berhasil, ini tidak hanya memperkaya grid WRC tetapi juga mendorong inovasi teknis dan memperluas basis penggemar. Namun, tantangan tetap besar: homologasi, pengujian ekstensif, dan kompetisi melawan tim pabrikan yang mapan. Semua mata kini tertuju pada perkembangan proyek ini menjelang debut di Monte-Carlo 2027.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!