Peter Windsor, analis motorsport senior, menilai bahwa hanya Frederic Vasseur yang mampu mengendalikan dua bintang Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. Namun, ia menyayangkan bahwa prinsipal tim asal Prancis itu jarang terdengar berbicara melalui radio tim.
Dalam podcast Cameron CC, Windsor mengupas dinamika internal Scuderia yang memanas setelah GP Belanda. Menurutnya, kehadiran Hamilton sebagai pengganti Carlos Sainz mengubah keseimbangan yang sebelumnya terjaga baik di garasi Maranello.
“Charles dan Carlos adalah pasangan ideal. Carlos cukup cepat untuk menang saat Charles bermasalah, tapi ia tidak akan pernah benar-benar menginjak kaki Charles. Kini dengan Lewis, situasinya berbeda. Keduanya punya pandangan masing-masing dan para insinyur tidak punya kuasa untuk mengatur mereka,” ujar Windsor.

Ia menegaskan bahwa satu-satunya sosok yang dihormati kedua pembalap adalah Vasseur. “Tapi kita tidak pernah mendengarnya bicara via radio. Padahal, keputusan tegas dari atasan mutlak diperlukan,” tambahnya.
Windsor juga mengingatkan bahwa mendatangkan Hamilton pasti membawa drama. “Anda tahu akan ada drama. Anda tahu situasi seperti Zandvoort akan terulang. Perlu ada seseorang di puncak yang berkata ‘kita lakukan begini’. Lewis adalah juara dunia tujuh kali, Charles adalah pahlawan Ferrari di Italia dan Monako. Keduanya punya pengaruh besar, dan tidak ada yang berani memerintah mereka. Itulah mengapa kekacauan terjadi,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!