SPONSORED

Verstappen Dapat Tekanan Baru dari Konflik Setup RB22

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0
Verstappen Dapat Tekanan Baru dari Konflik Setup RB22 TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Max Verstappen menghadapi tekanan baru di tengah perbedaan pendekatan setup dengan Red Bull Racing setelah Grand Prix Kanada 2026. Meski berhasil meraih podium pertamanya musim ini, Verstappen secara terbuka mengkritik keputusan teknis tim yang memilih tidak mengikuti arah pengembangan dan setup yang ia rekomendasikan sepanjang akhir pekan di Montreal.

Pembalap Belanda itu mengungkapkan bahwa Red Bull yakin konfigurasi pilihan mereka akan bekerja lebih baik, meskipun dirinya sejak awal merasa karakter RB22 tidak sesuai dengan kebutuhan keseimbangan mobil di Circuit Gilles Villeneuve. Verstappen tetap mengeluhkan balance mobil usai balapan, terutama pada fase pengereman dan stabilitas rear-end saat keluar tikungan lambat, area yang selama musim ini menjadi kelemahan utama RB22 dibanding rival.

Situasi tersebut memunculkan sorotan baru terhadap dinamika internal Red Bull di tengah tekanan performa musim 2026. Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, menilai Verstappen sebenarnya tidak perlu menyampaikan ketidaksepakatan tersebut ke publik karena dapat memperlihatkan adanya tensi internal di dalam tim.

Schumacher’s Monaco Crash Controversy Returns to Spotlight
Read AlsoSchumacher’s Monaco Crash Controversy Returns to Spotlight

“Max berbicara sangat terbuka. Dia mengatakan, ‘Saya sudah bilang semuanya salah,’” kata Schumacher dalam podcast Backstage Boxengasse.

ADVERTISEMENT

“Dari situ Anda bisa melihat memang ada ketegangan. Di satu sisi menarik karena dia menunjukkan semuanya secara terbuka, tetapi sebenarnya hal seperti itu seharusnya tetap internal.”

Meski demikian, Schumacher menilai situasi ini justru membuka peluang penting bagi Verstappen untuk membuktikan bahwa arah setup yang ia inginkan memang lebih efektif dalam mengeluarkan potensi RB22. Sejak awal musim, Red Bull terus kesulitan menemukan window performa konsisten, terutama pada keseimbangan aerodinamika dan degradasi ban di lintasan dengan karakter berbeda.

Pada GP Kanada, Red Bull sempat menunjukkan peningkatan kecepatan balapan dibanding seri-seri sebelumnya. Namun, Verstappen masih kehilangan performa satu lap dan stabilitas mekanis dibanding rival utama seperti McLaren dan Ferrari. Kondisi tersebut membuat proses pengembangan setup menjadi semakin krusial menjelang fase tengah musim.

ADVERTISEMENT

“Tugas pertamanya sekarang adalah mengembalikan mobil ke jalur yang benar,” ujar Schumacher.

“Tim seharusnya mendengarkannya. Kali ini mereka tidak melakukannya, jadi sekarang dia punya kesempatan untuk menunjukkan kepada semua orang, terutama dirinya sendiri dan tim, bahwa proposalnya memang bekerja agar mereka bisa kembali ke depan.”

Perbedaan pandangan antara pembalap dan tim teknis bukan hal baru di Formula 1, tetapi situasi Red Bull saat ini menjadi lebih sensitif karena dominasi mereka mulai mendapat tekanan nyata pada era regulasi terbaru. Dengan gap performa yang semakin ketat di papan atas, keputusan setup dan arah pengembangan kini dapat berdampak langsung terhadap peluang Verstappen mempertahankan posisinya dalam perebutan gelar dunia musim 2026.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU