SPONSORED

Vasseur Ungkap Alasan Hamilton Mempem Selepas Start Gemilang di Interlagos

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0 Google Add us as preferred source
Vasseur Ungkap Alasan Hamilton Mempem Selepas Start Gemilang di Interlagos
TO NEWS OVERVIEW
Vasseur Ungkap Alasan Hamilton Mempem Selepas Start Gemilang di Interlagos

Akhir pekan balapan di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi kubu Scuderia Ferrari. Setelah hanya mampu mengamankan posisi finis ketujuh dan kesembilan melalui Charles Leclerc serta Lewis Hamilton, sang Prinsipal Tim, Fred Vasseur, langsung pasang badan memberikan evaluasi terbuka kepada media.

Sorotan utama tentu mengarah pada aksi luar biasa Hamilton di awal perlombaan. Juara dunia tujuh kali asal Inggris tersebut secara sensasional berhasil melompat naik sebelas posisi hanya dalam kurun waktu satu putaran saja. Namun, performa gemilang tersebut mendadak luntur ketika balapan memasuki paruh pertama stint, di mana mobil bernomor 44 itu justru kehilangan ritme kecepatan utamanya.

Menanggapi anomali performa tersebut, Vasseur menjelaskan kepada Sky Sport F1 bahwa strategi pemilihan tekanan ban menjadi faktor penentu utama di balik naik turunnya performa mobil. Menurutnya, keputusan teknis tersebut bagaikan pisau bermata dua yang memberikan keuntungan instan di awal tetapi memicu kendala lanjutan di kemudian hari.

Hamilton Breaks Silence on Controversial Interlagos Strategy Call
Read AlsoHamilton Breaks Silence on Controversial Interlagos Strategy Call

"Kemungkinan besar itu adalah masalah tekanan ban," ujar Vasseur menjelaskan situasi di atas lintasan. "Selalu ada sisi positif dan negatif seperti pada setiap pilihan: dia melaju sangat baik saat start tetapi sedikit kurang optimal di pertengahan stint. Anda tidak bisa melakukan putaran pertama seperti itu tanpa harus membayar beberapa konsekuensinya nanti."

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, manajer asal Prancis itu mengakui bahwa timnya mengalami kendala cengkeraman sepanjang balapan berlangsung. Kombinasi pemilihan kompon dan karakteristik sirkuit membuat Kuda Jingkrak gagal memaksimalkan potensi penuh mobil, meski mereka sempat melihat secercah kecepatan menjanjikan di fase akhir balapan.

"Kami mengalami beberapa masalah dengan ban sepanjang balapan, sehingga ada sesuatu yang kurang dan karena itulah balapan tidak berjalan persis seperti yang kami inginkan. Tentu saja kami bisa melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik," imbuhnya menyoroti kekurangan tim.

Evaluasi serupa juga diberikan untuk performa Leclerc yang dinilai terlalu fluktuatif. Vasseur menyebutkan bahwa kesulitan mengendalikan mobil membuat sang pembalap Monako kesulitan menjaga konsistensi catatan waktu lap, meskipun potensi tersembunyi sebenarnya sempat terlihat jelas saat menggunakan ban lunak lama di ujung stint.

ADVERTISEMENT

Menatap seri berikutnya di sirkuit jalan raya Las Vegas, Vasseur memprediksi tantangan ekstrem akibat suhu udara yang diproyeksikan sangat dingin. Kondisi tersebut bakal memaksa teknisi memutar otak untuk membalikkan kebiasaan sepanjang musim ini, di mana mereka biasanya fokus mendinginkan ban alih-alih mencari cara untuk menghangatkannya.

"Las Vegas akan menjadi balapan yang ekstrem dalam hal kondisi cuaca karena suhunya bisa mencapai 5 derajat Celsius. Itu berarti kita akan berada dalam situasi yang bertolak belakang dengan apa yang kita hadapi sepanjang musim: biasanya kita mencoba mendinginkan ban, sementara di sana kita harus menghangatkannya, jadi kondisinya akan sepenuhnya terbalik," tutup Vasseur.

Fred Vasseur di paddock Ferrari F1
Fred Vasseur menganalisis performa Ferrari di GP Brasil.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU