Frederic Vasseur tidak sedang dalam posisi terpojok. Setidaknya, itu yang ingin ditegaskan sang team principal Ferrari di tengah badai spekulasi yang menerpa kursinya usai Grand Prix Italia yang mengecewakan. Alih-alih sibuk menangkis rumor, pria Prancis itu memilih tetap fokus pada pekerjaan rumahnya: membawa Scuderia kembali ke jalur kemenangan.
Monza memang meninggalkan luka. Bukan hanya soal hasil akhir yang jauh dari harapan, tetapi juga eksekusi strategi dan manajemen pembalap yang dipertanyakan banyak pihak. Dari sinilah rumor berkembang. Beberapa sumber menyebut bahwa posisi Vasseur kini berada dalam pengawasan ketat presiden Ferrari, John Elkann. Isu pemecatan pun mencuat, meski kontraknya baru diperpanjang pada Juli 2025.
Menanggapi hal itu, Vasseur bergeming. Ia bahkan menyindir kerasnya spekulasi yang beredar. “Ada yang bilang saya akan dipecat akhir pekan ini, atau kemarin malam. Kami sudah menang dua balapan dan bisa menang lagi. Kami tahu langkah selanjutnya, dan saya memusatkan energi saya untuk itu,” ujarnya kepada media, termasuk Motorsport, seperti dikutip FormulaPassion. “Tekanan adalah bagian dari pekerjaan saya. Saya tidak mau membuang energi untuk hal seperti itu.”


Pernyataan itu sekaligus menjawab sindiran Luca Cordero di Montezemolo, mantan presiden Ferrari, yang menyebut Vasseur tengah “kesepian”. Vasseur tak mau terjebak dalam polemik personal. “Bukan tugas saya untuk menilai apakah saya didukung atau tidak oleh Presiden. Yang jelas, saluran komunikasi selalu terbuka dan konstruktif,” tegasnya. Ia lalu menambahkan, “Hampir setiap akhir pekan balapan, kami kedatangan perwakilan dari jajaran tertinggi Maranello—dari John Elkann, Benedetto Vigna, hingga Piero Ferrari. Itu sinyal yang sangat baik bagi semua orang yang bekerja di tim, baik di sirkuit maupun di pabrik.”
Bagi Vasseur, kehadiran para petinggi bukan sekadar formalitas. Itu adalah bentuk dukungan nyata yang ia rasakan langsung. Di saat tekanan eksternal meninggi, kehadiran orang-orang nomor satu di Ferrari menjadi pengingat bahwa arah tim sudah benar. Ia pun menegaskan bahwa dua kemenangan musim ini bukan kebetulan, melainkan fondasi untuk langkah berikutnya.
Namun, di balik pernyataan percaya diri itu, ujian sesungguhnya masih menanti. Ferrari harus segera bangkit dari keterpurukan Monza. Vasseur sadar betul bahwa di Maranello, hasil adalah mata uang tunggal. Tekanan dari presiden mungkin tidak datang dalam bentuk surat peringatan, tetapi ekspektasi publik dan media tetap menjadi beban yang harus dikelola dengan cermat.
Yang menarik, Vasseur tidak menghindar dari kenyataan bahwa kursinya memang panas. Ia justru mengakui bahwa tekanan adalah bagian dari pekerjaannya. Bedanya, ia menolak larut dalam drama. “Kami punya ide jelas untuk mengambil langkah maju. Saya fokus ke sana,” pungkasnya. Dengan komunikasi yang terus terbuka ke presiden, Vasseur tampaknya ingin membuktikan bahwa solusi bukanlah mencari kambing hitam, melainkan bekerja lebih keras di lintasan.
Bagi para tifosi, pernyataan Vasseur mungkin melegakan. Tapi seperti biasa, pembuktian hanya bisa dilakukan di atas aspal. Balapan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya: apakah Ferrari mampu mengubah tekanan menjadi performa, atau justru sebaliknya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!