Formula 1, Sportrik Media - Toto Wolff dan Mercedes dilaporkan tertarik mengakuisisi sebagian saham tim Alpine Formula 1. Ketertarikan tersebut berpotensi memicu persaingan baru dengan mantan rival paddock, Christian Horner, yang juga disebut tengah menjajaki peluang investasi pada tim milik Renault tersebut.
Sekelompok investor swasta yang dipimpin perusahaan investasi Otro Capital saat ini diketahui memegang sekitar 24 persen saham Alpine, sementara Renault masih mempertahankan kepemilikan mayoritas sebesar 76 persen. Konsorsium investor tersebut didukung sejumlah figur publik, termasuk aktor Ryan Reynolds dan Michael B. Jordan, serta bintang NFL Patrick Mahomes dan Travis Kelce.
Kepala tim Alpine, Flavio Briatore, pada Januari lalu mengonfirmasi bahwa beberapa pihak menunjukkan minat untuk membeli saham minoritas tersebut. Ia juga menyebut bahwa Horner termasuk salah satu pihak yang sedang melakukan pembicaraan dengan Otro Capital mengenai kemungkinan transaksi.

Horner sendiri telah dikaitkan dengan sejumlah tim sejak meninggalkan Red Bull Racing pada Juli tahun lalu, yang mengakhiri hubungan selama dua dekade dengan tim yang dipimpinnya sebagai team principal dan CEO. Salah satu opsi yang paling banyak dibicarakan adalah keterlibatan potensialnya dalam proyek Alpine bersama mantan pemimpin Formula 1, Bernie Ecclestone.
Namun laporan media Inggris The Telegraph menyebut bahwa Wolff dan Mercedes juga mempertimbangkan pembelian saham yang dimiliki Otro Capital tersebut. Langkah itu dapat memperkuat hubungan strategis antara Mercedes dan Alpine, mengingat pabrikan asal Jerman tersebut saat ini menjadi pemasok unit tenaga hibrida bagi tim Prancis tersebut.
Seorang juru bicara Mercedes tidak secara langsung membantah laporan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan antara kedua organisasi tetap berjalan erat.
“Mercedes adalah mitra strategis utama Alpine dan kami terus mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru,” ujar juru bicara Mercedes.
Dari sisi Alpine, perwakilan tim menegaskan bahwa setiap pembicaraan terkait kepemilikan saham merupakan urusan para pemegang saham dan pihak eksternal yang berminat, bukan operasional tim balap.
“Kami tidak mengomentari nama atau individu tertentu. Setiap diskusi adalah urusan para pemegang saham dan pihak yang menyatakan minat,” kata juru bicara Alpine.
“Fokus utama kami saat ini adalah tugas yang ada di depan, yaitu memulai musim balap dan memastikan pemulihan performa yang berkelanjutan di lintasan.”
Potensi masuknya Wolff maupun Horner ke struktur kepemilikan Alpine dapat menjadi perkembangan signifikan dalam dinamika politik dan bisnis Formula 1. Dengan musim 2026 yang baru dimulai, masa depan kepemilikan tim tersebut diperkirakan akan terus menjadi salah satu isu penting di paddock.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!