Pencapaian finis di posisi kedua pada balapan utama MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail meninggalkan kesan mendalam secara fisik bagi Marc Marquez. Pembalap andalan Ducati Lenovo Team tersebut mengaku benar-benar kehabisan tenaga setelah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi mengamankan tambahan poin krusial dalam perburuan gelar juara dunia.
Memulai balapan dari grid kedua, Marquez sempat merosot hingga posisi keempat pada fase awal lomba saat Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez melesat di depan. Sementara itu, pembalap lain seperti Pedro Acosta sempat memberikan tekanan sebelum akhirnya mengalami kendala tekanan ban yang membuatnya harus melambat.
"Hal yang paling penting adalah akhir pekan ini kami menjadi pembalap yang mengumpulkan poin terbanyak secara keseluruhan," ujar Marquez kepada program After the Flag milik MotoGP.com seusai balapan.

"Ini sangat krusial karena pada akhir pekan seperti inilah Anda bisa memberikan dorongan ekstra kepada para rival jika mereka mulai mengejar ketertinggalan di klasemen. Namun, kami telah melakukan pekerjaan luar biasa mulai dari kualifikasi, balapan Sprint, hingga balapan utama hari ini."
Performa tersebut bukan tanpa pengorbanan fisik. Marquez mengakui bahwa dirinya merasa sepenuhnya kehabisan tenaga menjelang akhir lomba, sebuah kondisi yang terlihat jelas dari sorotan kamera onboard saat ia meringis di balik kaca helmnya.
"Saya benar-benar kehabisan tenaga di akhir, kosong, tetapi jika Anda ingin bertarung memperebutkan kejuaraan, Anda harus memberikan segalanya dan saya telah melakukannya. Saya mengambil risiko ekstra untuk menyalip Fernandez dan terus menekan pada dua putaran terakhir karena Anda tidak pernah tahu apakah Anda akan membutuhkan tambahan empat poin tersebut," ungkapnya.
Meski kondisi fisiknya terkuras habis akibat jadwal padat tiga balapan berturut-turut, juara dunia delapan kali itu menegaskan bahwa ketangguhan mentalnya justru berada di level tertinggi untuk menghadapi tekanan akhir musim.
"Secara mental saya merasa lebih baik dari sebelumnya — jika tidak, akan sangat tidak mungkin untuk berkendara seperti cara saya membalap saat ini," kata Marquez. "Namun secara fisik saya benar-benar kehabisan tenaga: tiga balapan beruntun, saya sangat kesulitan akhir pekan ini. Jika Anda melihat sesi latihan bebas hari Jumat sore, hanya dua putaran lalu masuk pit, begitu pula pagi ini bahkan saat sesi pemanasan, saya keluar belakangan untuk menjaga energi demi balapan."
Di balik hasil impresif tersebut, terdapat perhitungan strategi matang yang telah dirancang sejak sebelum lampu start padam. Marquez sengaja mengendurkan tempo pada lap-lap awal demi menjaga kondisi ban depan dari keausan ekstrem.
"Saya sangat tenang pada lap-lap awal karena itu adalah strategi saya: saya sangat cerdas," jelas pembalap bernomor sembilan puluh tiga itu. "Saya tahu jika saya menekan pada tiga lap pertama, saya bisa merusak ban depan sisi kanan, dan kemudian saya akan menderita sepanjang balapan. Jadi, saya lebih baik kehilangan 1,5 detik atau dua detik pada tiga atau empat lap pertama, tetapi saya tahu bahwa 15 lap berikutnya akan berada di level yang baik."
Dengan pendekatan taktis yang terukur dan keunggulan poin yang semakin mantap, langkah pembalap asal Spanyol ini menuju tangga juara dunia semakin di depan mata. Dilansir dari Crash.net, manajemen energi dan ketenangan mental terbukti menjadi kunci utama kesuksesannya di sirkuit Sepang maupun Lusail musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!