Tim Slade mengalami salah satu momen paling menegangkan dalam karier balapnya saat menjalani stint pertama di ajang Supercars Australia yang diguyur hujan deras. Pembalap asal South Australia itu memulai balapan dari posisi keenam dengan mengendarai Ford Mustang Penrite milik Kai Allen, namun langsung melesat ke depan setelah chaos di Tikungan 1.
Slade sempat membangun keunggulan hingga 17 detik dari rival terdekatnya. Namun, kondisi trek yang semakin basah membuatnya spin di Tikungan 1 dan kehilangan sebagian besar keunggulannya. Meski begitu, ia masih mampu mempertahankan posisi terdepan. Sayangnya, kesalahan lain di stint kedua membuatnya harus rela melepas pimpinan balapan kepada Fabian Coulthard, sebelum akhirnya merebut kembali posisi itu ketika pembalap Walkinshaw Toyota tersebut masuk pit.
Puncak drama terjadi pada restart Safety Car berikutnya. Slade nyaris kehilangan kendali atas mobilnya di lintasan lurus utama. Ia mengalami aquaplaning hebat yang membuatnya kehilangan tiga posisi, dan hampir saja menabrak dinding pembatas.

“Saya hampir menghancurkan mobil dua kali di lintasan lurus, hanya karena aquaplaning. Itu sangat menakutkan,” ujar Slade setelah menyerahkan kemudi kepada Allen. “Saya keluar dua kali di Tikungan 1, benar-benar di luar kendali, mobil seperti di atas es. Dua pertiga lintasan lurus, Anda hanya menyentuh pedal rem dan mobil tidak melambat. Saya melakukan itu dua kali dan itu terjadi saat restart, lalu putaran berikutnya benar-benar gila. Mobil jelas luar biasa di awal dalam kondisi seperti itu, mungkin tidak terlalu kuat ketika sangat basah.”
Chaz Mostert, yang berbagi mobil dengan Coulthard, juga tampil impresif dalam kondisi basah. Coulthard menggambarkan stint-nya sebagai “sangat menyenangkan”. “Bisa mengendarai mobil itu dalam kondisi seperti itu, tim telah melakukan pekerjaan hebat,” ujarnya. “Kami memiliki setup mobil untuk kondisi kering, lalu tiba-tiba langit terbuka dan lintasan menjadi basah. Mobil bisa beradaptasi dengan baik, menyenangkan untuk dikendarai.”
Insiden yang dialami Slade menjadi sorotan karena menunjukkan betapa sulitnya mengendalikan mobil Supercars di kondisi ekstrem. Aquaplaning di lintasan lurus utama merupakan mimpi buruk setiap pembalap, terutama saat restart di mana semua mobil berkumpul dan kecepatan tinggi. Kejadian ini juga menegaskan pentingnya strategi dan adaptasi cepat dalam balapan basah, di mana kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.
Dengan hasil ini, Kai Allen dan Tim Slade harus puas dengan posisi yang kurang ideal setelah sempat mendominasi. Namun, penampilan Slade tetap menunjukkan kelasnya sebagai pembalap yang mampu bersaing di kondisi tersulit sekalipun. Balapan Supercars di trek basah selalu menyajikan drama, dan kali ini Slade menjadi bintang utamanya—meski harus melewati momen yang membuat jantung berdebar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!