Pekan balap di Lusail International Circuit menyajikan drama sengit ketika Raul Fernandez sukses mengamankan posisi podium ketiga pada balapan utama MotoGP Qatar. Memulai jalannya lomba dari grid keempat, pembalap andalan Trackhouse MotoGP Team tersebut tampil solid sepanjang paruh pertama balapan dengan membuntuti kecepatan sang pemenang lomba, Marco Bezzecchi. Kendati demikian, kendala teknis terkait manajemen bahan bakar membuatnya harus merelakan posisi kedua jatuh ke tangan Marc Marquez menjelang finis.
Sepanjang paruh kedua balapan, masalah konsumsi bensin terbukti menjadi tantangan yang jauh lebih pelik dibandingkan degradasi ban di atas aspal Sirkuit Losail. Fernandez mengakui bahwa dirinya sempat kesulitan menjaga ritme optimal akibat terpaksa mengaktifkan pemetaan mesin yang lebih hemat bahan bakar demi mencapai garis finis tanpa kehabisan tenaga.
"Saya sudah mencoba menekan dan ingin tetap berada di belakang Marco. Namun di sini, konsumsi bahan bakar jauh lebih krusial daripada keausan ban," ujar Fernandez selepas balapan, dilansir dari Speedweek. "Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi situasi tersebut tidak benar-benar bisa saya kelola dengan sempurna. Memasuki lap keenam atau ketujuh, saya terpaksa menggunakan mapping bahan bakar nomor tiga, sehingga motor tidak mendapatkan tenaga penuh."

Perjuangan pembalap asal Spanyol ini kian luar biasa mengingat ia baru saja pulih dari cedera jari tangan serius yang memaksanya absen dalam dua seri balapan sebelumnya. Ia pun melontarkan apresiasi tinggi kepada tim medis dan fisioterapis yang bekerja keras memulihkan kondisi fisiknya agar bisa kembali turun ke lintasan akhir pekan ini.
"Saya sangat bahagia bisa meraih podium lagi. Terakhir kali saya mengalami banyak masalah dengan jari saya, dan saya belum merasa sepenuhnya pulih seratus persen, tetapi berkat para fisioterapis saya bisa berada di sini," imbuhnya.
Dalam ruang pendinginan seusai balapan, para pembalap sempat memperbincangkan performa impresif motor Ducati di lintasan lurus utama Sirkuit Losail yang menjadi kunci manuver krusial Marquez di detik-detik akhir. Seri menegangkan di Qatar ini juga mencatatkan rekor fantastis dengan kehadiran 55.000 penonton yang memadati tribun sirkuit sepanjang akhir pekan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!