WRC, Sportrik Media - Safari Rally Kenya 2026 diperkirakan kembali menghadirkan pertarungan utama antara Elfyn Evans dan barisan pembalap dari Hyundai Motorsport. Reli yang berlangsung di wilayah Great Rift Valley pada 12–15 Maret ini dikenal sebagai salah satu putaran paling berat dalam kalender FIA World Rally Championship, dengan lintasan kerikil kasar, pasir “fesh-fesh”, dan potensi perubahan cuaca ekstrem.

Evans datang ke Kenya sebagai pemimpin klasemen sementara WRC 2026 setelah kemenangan dominan pada Rally Sweden. Pembalap Toyota Gazoo Racing tersebut mengoleksi 60 poin dan berusaha mempertahankan momentum sekaligus memperlebar jarak dari pesaing terdekatnya, Oliver Solberg. Selain itu, Evans juga merupakan juara bertahan Safari Rally setelah memenangkan edisi 2025 dengan performa yang sangat konsisten sepanjang reli.
Kekuatan utama Evans di Kenya terletak pada gaya mengemudi yang efisien dan disiplin dalam mengelola ban serta komponen mekanis. Karakteristik tersebut sangat penting di Safari Rally, di mana kerusakan suspensi, diferensial, atau sistem pendingin sering menjadi faktor penentu hasil akhir. Ketahanan mobil GR Yaris Rally1 juga telah terbukti menjadi salah satu paket paling kuat di lintasan Afrika sejak reli ini kembali ke kalender WRC pada 2021.

Di sisi lain, Hyundai membawa pendekatan baru dengan menghadirkan versi pengembangan terbaru dari mobil i20 N Rally1. Pabrikan Korea Selatan tersebut berharap peningkatan teknis dapat mengatasi masalah keandalan yang sempat menghambat performa mereka pada musim sebelumnya. Formasi tim dipimpin oleh Thierry Neuville sebagai andalan utama, didampingi oleh pembalap yang sedang naik daun Adrien Fourmaux serta Esapekka Lappi yang kembali memperkuat mobil ketiga tim.

Keandalan mobil diperkirakan menjadi faktor utama dalam menentukan hasil reli. Mobil Toyota dikenal sangat tangguh menghadapi lintasan berbatu dan pasir dalam Safari Rally, sementara Hyundai perlu membuktikan bahwa paket teknis terbaru mereka mampu bertahan sepanjang tiga hari kompetisi yang sangat menuntut. Selain itu, posisi start juga berpotensi mempengaruhi jalannya reli, karena Evans sebagai pemimpin klasemen harus membuka lintasan pada stage awal.
Kondisi cuaca di wilayah Naivasha juga sering menjadi variabel penting. Hujan mendadak dapat mengubah lintasan kerikil menjadi lumpur licin, memaksa tim melakukan penyesuaian strategi ban secara cepat. Dalam kondisi seperti ini, pengalaman dan kemampuan membaca perubahan lintasan sering menjadi pembeda utama antara para pereli papan atas.
Secara keseluruhan, Evans tetap menjadi favorit kuat berkat momentum kemenangan sebelumnya dan statusnya sebagai juara bertahan Safari Rally. Namun, jika paket teknis Hyundai mampu menunjukkan keandalan yang lebih baik, Neuville diperkirakan akan menjadi penantang utama hingga tahap akhir reli, termasuk pada Power Stage Hell’s Gate yang kerap menentukan hasil akhir Safari Rally Kenya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!