Pol Espargaro mengungkapkan bahwa keberhasilannya menembus Q2 MotoGP Misano berkat bantuan tak terduga dari Pedro Acosta dan Marc Marquez. Pembalap penguji KTM itu menyebut keduanya sebagai "masa kini dan masa depan MotoGP".
Espargaro, yang tampil sebagai pengganti Maverick Vinales yang cedera, sebelumnya hanya qualified di posisi 21 dan 20 pada dua balapan. Namun di Misano, ia mengejutkan dengan finis kesembilan di Friday Practice, hanya terpaut kurang dari 0,2 detik dari Acosta, pembalap KTM tercepat.

"Itu gila!" ujar Espargaro tentang pencapaiannya ke Q2. "Saat time-attack pertama, saya merasa tidak mungkin meningkatkan waktu. Saya bilang ke Manu, teknisi saya, 'Ini terasa sangat cepat dan berbahaya'. Saya merasa selalu di batas kemampuan."

Namun, ketika kembali ke lintasan dengan Acosta di depannya, semuanya berubah. "Berkat dia, saya bisa melakukannya. Dan di depan Pedro ada Marc... Saya bilang, 'Ya Tuhan, selamatkan saya!' Lalu saya bisa melakukannya. Pengalaman luar biasa."
Espargaro menjelaskan bahwa manfaat mengikuti pembalap lain sangat bergantung pada gaya berkendara mereka. "Pedro adalah pembalap yang sangat lambat mengerem, tetapi sangat mulus dan bagus dalam garis balap. Anda hanya perlu meniru. Jika ada pembalap yang mungkin membuat kesalahan, itu tidak membantu. Saya pernah mengalami itu di Aragon. Saya mengikuti beberapa pembalap dan tidak membuat lap yang baik sampai saya di belakang Fabio Quartararo. Karena dia mulus, mengerem di batas, membuka garis, dan sangat baik dengan motor."
Selain faktor pembalap lain, Espargaro juga mengungkapkan perubahan signifikan pada posisi berkendara. "Saya menyadari bahwa cara saya berkendara selama ini tidak lagi berguna. Saya mengubah tank spacer untuk memposisikan saya lebih ke belakang. Ini pertama kalinya saya melakukan itu. Ternyata, berkendara lebih ke belakang membantu pengereman dan traksi."
Perubahan paket aerodinamika KTM juga memaksa Espargaro beradaptasi. "Dari tahun lalu ke tahun ini, kami mengurangi banyak downforce. Sayap depan dan belakang dikurangi. Kami melepas 'telinga Dumbo' di swingarm. Ketika downforce berkurang, gaya berkendara harus berubah. Saya perlu meniru seseorang, dan saya pilih Pedro, yang tercepat. Berhasil, mari kita lihat besok."
Sementara itu, dua pembalap KTM lainnya, Enea Bastianini dan Brad Binder, mengakhiri Friday Practice di posisi 11 dan 15. Espargaro pun berharap bisa mempertahankan performa apiknya di sesi kualifikasi dan balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!