Pere Riba mengkritik sistem performance balancing di WorldSBK, dengan menilai aturan fuel flow control belum memberi dampak nyata terhadap keseimbangan persaingan.
Mantan crew chief Jonathan Rea itu menyoroti bahwa sejak 2025 WorldSBK memakai kontrol aliran bahan bakar untuk menyeimbangkan performa motor, menggantikan sistem pembatas putaran mesin. Namun, menurut Riba, perubahan tersebut tidak mengubah arah kompetisi secara signifikan.
Ducati saat ini memiliki batas maksimum fuel flow terendah di antara seluruh pabrikan dan berada pada batas minimum yang diizinkan regulasi. Meski demikian, pabrikan Italia itu tetap memenangi semua balapan, termasuk mencatatkan finis 1-2 untuk tim pabrikan dalam 18 race terakhir.

"Ada dua cara untuk membacanya," kata Riba. "Anda bisa mengatakan, ‘chapeau, kalian luar biasa, kalian yang terkuat’."
"Yang kedua: Superbike hidup dari konsep menyeimbangkan performa. Maksud saya keseimbangan secara umum, teknis dan juga non-teknis."
"Kuncinya adalah konsep keseimbangan. Mereka memperkenalkan fuel flow control, tetapi itu tidak berguna, semua orang bisa melihatnya."
"Jadi situasinya adalah jenis balancing seperti ini tidak bekerja. Hasilnya nol. Hari ini kami hanya bisa bertarung untuk finis di belakang Ducati."
Riba menegaskan kritiknya bukan ditujukan untuk meremehkan pekerjaan Ducati. Ia menyebut Ducati telah melakukan pekerjaan luar biasa, tetapi pada saat yang sama menilai mekanisme regulasi untuk menyeimbangkan performa tidak berjalan sesuai tujuan.
"Jangan salah paham, saya tidak ingin memicu kontroversi. Saya hanya membuat dua pengamatan: Ducati telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan balancing regulasi tidak bekerja."
Riba membandingkan kondisi WorldSBK dengan Sportbike dan Supersport, yang menurutnya menunjukkan bahwa performance balancing bisa berjalan lebih efektif. Ia menilai sistem rev limiter sebelumnya memang tidak sempurna, tetapi tetap lebih baik dalam menyeimbangkan performa dibanding fuel control.
"Saya melihat motor 400cc balapan melawan motor 800cc, dengan konfigurasi silinder, proyek, dan identitas kendaraan yang sangat berbeda. Namun balapannya indah, dan hal yang sama berlaku untuk Supersport, itu spektakuler."
"Superbike tidak seperti itu."
"Saya tidak menunjuk siapa pun, saya hanya mengatakan bahwa Superbike hari ini bukan kejuaraan yang bagus."
Riba juga mengkritik struktur pengambilan keputusan melalui MSMA, karena perubahan aturan membutuhkan suara bulat dari lima pabrikan. Menurutnya, sistem veto membuat regulasi sulit bergerak, sehingga masalah keseimbangan performa tetap membeku ketika satu pihak menolak perubahan.
"Dari sudut pandang saya itu tidak masuk akal, itu tidak cerdas."
"Seharusnya ada kriteria yang lebih demokratis: jika tiga pihak mengusulkan perubahan arah dan dua menentang, mayoritas seharusnya menang."
"Sebaliknya, jika satu pihak tidak menyukai perubahan yang diusulkan, mereka bisa menghentikannya. Semuanya tetap membeku, dan hasilnya ada di depan mata kita."
Kritik Riba menempatkan BoP WorldSBK sebagai isu regulasi utama, bukan sekadar persoalan dominasi satu pabrikan. Dengan Ducati tetap unggul meski terkena batas fuel flow paling rendah, arah pembahasan berikutnya akan tertuju pada apakah WorldSBK mampu menemukan sistem balancing yang lebih efektif untuk fase musim selanjutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!