MotoGP, Sportrik Media - Pedro Acosta bersama Red Bull KTM Factory Racing mengidentifikasi kelemahan utama motor KTM pada MotoGP Brasil 2026 di Goiania, khususnya pada aspek kecepatan puncak yang berdampak langsung terhadap performa balapan.
KTM dalam beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu motor dengan top speed tertinggi di grid, termasuk rekor yang pernah dicatat pada 2023. Namun, data dari speed trap di Brasil menunjukkan perubahan signifikan, dengan Acosta sebagai rider KTM tercepat hanya mencapai 342,8 km/jam, tertinggal dari Marc Marquez bersama Ducati Lenovo Team yang mencatat 348,3 km/jam.
Perbedaan ini berdampak langsung terhadap dinamika balapan, terutama dalam kemampuan bertahan di slipstream maupun melakukan manuver overtaking. Kondisi tersebut menjadi faktor pembatas bagi Acosta yang finis di posisi ketujuh, sekaligus kehilangan posisi puncak klasemen dari Marco Bezzecchi bersama Aprilia Racing.

“Top speed adalah hal yang paling kurang dari kami saat ini.”
“Jika Anda tidak bisa menyalip atau bertahan di slipstream, semuanya menjadi lebih sulit.”
Acosta menegaskan bahwa tim telah memaksimalkan potensi paket yang tersedia selama akhir pekan di Brasil, dengan fokus utama pada meminimalkan kerugian dalam kondisi yang tidak ideal. Ia juga menyoroti bahwa karakteristik sirkuit berikutnya di Austin, yang memiliki dua lintasan lurus panjang, akan semakin mengekspos kelemahan tersebut.
“Untuk saat ini, kami hanya bisa mengeluarkan 100 persen dari apa yang kami miliki, dan saya pikir kami berhasil melakukannya akhir pekan ini.”
“Saya sadar bahwa di Austin akan lebih sulit karena ada dua lintasan lurus panjang, jadi kami harus bekerja pada area ini.”
Dari sisi strategi, Acosta menjadi salah satu pembalap yang mengambil keputusan menggunakan ban belakang lunak setelah jarak balapan dikurangi dari 31 menjadi 23 lap akibat kerusakan lintasan di Tikungan 11 dan 12. Pilihan ini merupakan pendekatan agresif untuk memaksimalkan grip, namun pada akhirnya hanya cukup untuk mempertahankan posisi di dalam tujuh besar.
Ia juga mencatat bahwa satu-satunya manuver overtake yang signifikan terhadapnya datang dari Jorge Martin, yang menyalip di area pengereman, menunjukkan bahwa aspek stabilitas dan efisiensi pengereman masih menjadi area yang relatif kompetitif bagi KTM dibandingkan kelemahan di lintasan lurus.
Dengan hasil ini, Acosta turun ke posisi ketiga klasemen sementara, tertinggal 14 poin dari Bezzecchi. Perubahan ini menjadi kontras dengan awal musim di Thailand, di mana ia meraih kemenangan sprint dan finis kedua di grand prix, sempat memimpin klasemen.
Di sisi lain, Aki Ajo selaku pimpinan tim KTM menegaskan bahwa pernyataan Acosta sebelumnya mengenai posisi klasemen telah disalahartikan, dan lebih merujuk pada ketidakterdugaan hasil awal musim, bukan keraguan terhadap performa tim.
Situasi ini menempatkan KTM dalam fase evaluasi teknis menjelang seri berikutnya di Amerika Serikat, di mana peningkatan top speed akan menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing di lintasan dengan karakteristik kecepatan tinggi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!