Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri membela CEO McLaren, Zak Brown, menjelang Grand Prix Australia 2026 setelah hubungan keduanya sempat dipertanyakan menyusul kontroversi strategi tim pada musim lalu.
Brown menjadi sosok yang cukup kontroversial di Australia setelah keputusan strategi McLaren pada musim 2025 dianggap berperan dalam menggagalkan peluang Piastri meraih gelar juara dunia. Beberapa keputusan taktis yang diambil tim pada balapan penting seperti di Monza dan Qatar dinilai berkontribusi pada hilangnya momentum pembalap Australia tersebut dalam perebutan gelar.
Kontroversi tersebut bahkan memicu reaksi di Australia, termasuk kritik dari seorang politisi yang mempertanyakan cara McLaren mengelola kampanye kejuaraan Piastri sepanjang musim. Pada akhirnya, gelar pembalap musim 2025 jatuh ke tangan rekan setimnya, Lando Norris.

Menanggapi label “villain” yang sempat dilekatkan kepada Brown di Australia, Piastri menegaskan hubungan pribadinya dengan sang CEO tetap sangat baik.
“Hubungan saya dengan Zak sangat baik, dan menurut saya hubungan itu justru semakin kuat seiring waktu kami saling mengenal.”
“Ia sosok yang menyenangkan dan sangat baik berada di sekitarnya. Saya pikir dia dan Andrea Stella adalah dua orang dengan gaya kepemimpinan yang sangat berbeda, tetapi bekerja dengan sangat baik bersama.”
Piastri juga mengakui bahwa tim memang mengalami beberapa momen sulit sepanjang musim lalu, namun hal tersebut merupakan bagian dari dinamika yang biasa terjadi dalam sebuah tim balap.
“Hubungan antara saya dan Zak tetap baik.”
“Tentu saja sebagai tim — bukan hanya antara saya dan Zak — kami mengalami beberapa momen sulit tahun lalu, seperti yang dialami tim mana pun, tetapi menurut saya hubungan kami justru menjadi lebih kuat setelah melewati itu.”
Memasuki musim 2026, Piastri menargetkan langkah perkembangan berikutnya dalam kariernya di Formula 1. Namun ia menyadari bahwa tantangan musim ini akan lebih kompleks karena adanya perubahan besar pada regulasi teknis, khususnya terkait unit tenaga.
Perubahan regulasi tersebut diperkirakan akan memengaruhi keseimbangan kompetitif di grid. Meski demikian, Piastri tetap optimistis bisa meningkatkan performanya setelah mengambil banyak pelajaran dari musim-musim sebelumnya.
“Sulit untuk mengetahui sekarang karena musimnya belum dimulai.”
“Namun yang berbeda tahun ini tentu saja adanya reset regulasi.”
Menurut Piastri, pengalaman yang ia dapatkan selama beberapa musim terakhir dapat menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan baru tersebut.
“Beberapa pengalaman yang saya dapatkan dari jeda musim sebelumnya dan berbagai pelajaran yang saya ambil dari situ pasti bisa saya terapkan musim ini.”
Ia juga mengakui bahwa mobil generasi baru menghadirkan karakteristik yang berbeda dibandingkan era sebelumnya, sehingga pembalap harus beradaptasi dengan gaya mengemudi yang juga berubah.
“Tantangan seperti perubahan gaya mengemudi dan berbagai hal yang sedang kami pelajari cukup berbeda dibandingkan apa yang pernah kami alami sebelumnya.”
Meski begitu, Piastri tetap percaya dirinya mampu mengambil langkah maju dalam performa.
“Saya yakin bisa mengambil langkah berikutnya ke depan, dengan menggunakan proses yang sama seperti yang saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir.”
Grand Prix Australia di Melbourne akan menjadi kesempatan pertama bagi Piastri untuk menguji potensi tersebut di depan publik tuan rumah sekaligus melihat posisi sebenarnya McLaren dalam persaingan awal musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!