Pecco Bagnaia menatap MotoGP Aragon dengan senyum percaya diri. Setelah akhir pekan yang pahit di Silverstone, pembalap Ducati Lenovo itu menegaskan bahwa trek Aragon akan menjadi cerita yang berbeda.
“Ini cerita yang berbeda dibandingkan Silverstone,” ujar Bagnaia kepada media di Aragon, Kamis. “Saya yakin Ducati di sini akan punya potensi lebih besar daripada Aprilia. Level grip dan layout-nya lebih mirip Brno, trek ini untuk kami.”
Kepercayaan diri itu bukan tanpa dasar. Bagnaia finis ketiga di Aragon musim lalu dalam podium lock-out Ducati dan meraih kemenangan perdananya di MotoGP di sirkuit ini pada 2021. Ia juga mengakui bahwa karakter trek yang berlawanan arah jarum jam ini cocok dengan gayanya.

“Biasanya saya kesulitan saat tikungannya rapat. Di trek ini banyak tikungan cepat yang panjang dan terbuka ke kiri, itu membantu saya,” jelas Bagnaia. “Pengereman yang baik, tikungan kiri yang terbuka—ini trek yang bagus untuk saya.”
Kekalahan telak di Silverstone menjadi bahan evaluasi. Bagnaia yang finis 17 di sprint dan crash di race utama mengaku masalah utamanya adalah grip belakang. “Di Silverstone, dengan ban soft atau medium, saya hanya punya tiga lap dengan grip yang baik, setelah itu saya kehilangan semuanya. Sangat sulit, bahkan untuk time attack,” kata Bagnaia.
Kini dengan Pecco Bagnaia yang siap tempur, Ducati berharap bisa membalikkan keadaan. Marc Marquez saat ini tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Tekanan jelas ada di pundak pabrikan Borgo Panigale untuk bangkit dan memangkas jarak di kejuaraan.
Dengan keyakinan Bagnaia dan dukungan trek yang ramah Ducati, Aragon bisa menjadi titik balik. Namun, Aprilia yang tampil dominan di Inggris dipastikan tidak akan menyerah begitu saja. Akhir pekan ini akan menjadi ujian sejauh mana potensi Ducati benar-benar terwujud di atas aspal Aragon.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!