Juan Pablo Montoya tidak ragu mengkritisi narasi kemenangan Andrea Kimi Antonelli di Monza. Menurutnya, kemenangan pembalap Italia itu lebih ditentukan oleh strategi ban ketimbang murni kecepatan. Montoya bahkan menyebut George Russell sebagai pembalap tercepat sepanjang akhir pekan di sirkuit yang sama.
Dalam wawancara dengan BetBrothers, Montoya membuka perspektif yang jarang terdengar. “Saya pikir Kimi Antonelli akan menjadi juara dunia melihat cara dia membalap setiap akhir pekan,” ujarnya. “Tapi saya juga melihat Russell mulai menyamai levelnya. George mungkin terlalu banyak berpikir tentang cara membalap, mengelola ban, dan segala hal. Ketika berada di bawah tekanan, dia justru menemukan ritme yang sangat tinggi. Jika dia memanfaatkannya sejak awal, Kimi tidak akan punya peluang menang.”
Statistik musim 2026 mendukung dominasi Antonelli: tujuh kemenangan dari 13 balapan. Namun, Montoya menilai angka itu tidak menceritakan keseluruhan cerita. Di Monza, Antonelli memang tampil gemilang dengan menyalip Russell di akhir lomba, tetapi keunggulan ban menjadi faktor krusial. Russell yang memakai ban keras usang nyaris menahan laju rekan setimnya itu hingga beberapa lap terakhir.

“George lebih cepat sepanjang akhir pekan, tetapi dia tidak pernah diberi kesempatan dengan ban medium di balapan untuk membuktikannya,” tambah Montoya. “Kenyataan pahitnya, jika keduanya memakai ban medium, George akan memenangkan balapan.”
Pernyataan ini menyoroti dilema strategi yang kerap terjadi di F1 modern. Tim Mercedes tampaknya memilih jalur aman untuk Antonelli, sementara Russell harus menerima takdir dengan ban yang tidak ideal. Montoya, yang dikenal blak-blakan, tidak menyalahkan tim, tetapi ia ingin publik melihat performa individu Russell yang menurutnya tidak kalah cepat.
Dengan 13 balapan tersisa, persaingan internal Mercedes bisa menjadi sorotan. Antonelli di ambang gelar, tetapi jika Russell terus menunjukkan kecepatan seperti di Monza, bukan tidak mungkin dinamika di dalam tim berubah. Montoya sendiri sudah memberikan pujian sekaligus peringatan: jangan anggap remeh Russell.
Bagi penggemar F1, komentar Montoya ini menambah bumbu jelang seri-seri berikutnya. Apakah Antonelli benar-benar tak terbendung, ataukah Russell hanya butuh sedikit keberuntungan strategi untuk membalikkan keadaan? Kita tunggu di lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!