Mercedes mengalami kemunduran signifikan di musim F1 2025 setelah awal yang kuat. Tim mengakui kesalahan dalam pengembangan mobil W16, yang menyebabkan hilangnya daya saing di beberapa balapan terakhir. Artikel ini mengulas tantangan Mercedes dan dampaknya pada performa George Russell dan Kimi Antonelli. Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah!
Mercedes memulai musim 2025 dengan performa impresif, bersaing ketat dengan McLaren, yang mendominasi klasemen. Russell meraih tiga podium dalam empat balapan pembuka, termasuk posisi kedua di Australian Grand Prix dan Bahrain Grand Prix, serta kemenangan di Canadian Grand Prix. Antonelli, rookie berusia 18 tahun, juga menunjukkan potensi dengan finis keempat di Australia dan meraih podium perdana di Kanada. Performa ini menempatkan Mercedes sebagai penantang podium reguler hingga Miami Grand Prix.

Namun, performa Mercedes menurun drastis sejak leg Eropa dimulai di Imola. Tim tergelincir dari posisi tiga besar ke finis rata-rata di posisi lima atau enam. Kemenangan Russell dan podium Antonelli di Kanada menjadi pengecualian di tengah tren menurun. Perwakilan tim, Bradley Lord, menyebut musim ini terbagi menjadi dua bagian. “Kami melihat dua paruh yang jelas,” katanya. “Dari Melbourne hingga Miami, kami konsisten, pembalap percaya diri, dan bersaing untuk podium. Sejak Imola, performa kami tidak stabil, dengan puncak di Kanada, tetapi rata-rata kami tertinggal jauh dari tim terdepan.”
Mercedes mengakui bahwa pengembangan W16 mengambil arah yang salah, terutama setelah perubahan suspensi belakang di Imola. Perubahan ini menyebabkan ketidakstabilan mobil, mengurangi kepercayaan diri Russell dan Antonelli, khususnya saat masuk tikungan berkecepatan tinggi. Akibatnya, tim kembali ke spesifikasi suspensi sebelumnya di Hungarian Grand Prix, yang meningkatkan stabilitas dan membantu Antonelli meraih poin pertamanya di Eropa (P10). Russell juga kembali ke podium di Hungaria, menunjukkan potensi pemulihan. Namun, tim kini berada di peringkat keempat klasemen konstruktor, 24 poin di belakang Ferrari.
Dengan 10 balapan tersisa, termasuk Dutch Grand Prix pada 29-31 Agustus, Mercedes fokus mengoptimalkan pengaturan W16 tanpa pembaruan besar, karena sumber daya dialihkan ke mobil 2026 (W17). Lord menegaskan bahwa tim sedang “mengurai” dampak perubahan yang salah untuk memahami kelemahan mobil. Russell tetap optimistis, menyatakan bahwa peningkatan di Imola dapat mendekatkan Mercedes ke McLaren. Akankah Mercedes bangkit di paruh kedua musim? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!
Untuk pembaruan Formula 1 lainnya, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Read Also
Fernando Alonso has explained the major factors influencing his Formula 1 future amid Aston Martin’s difficult 2026 campaign.
James Hinchcliffe defended Lewis Hamilton after the Ferrari driver complained about major simulator correlation issues in Formula 1.
Alpine is reportedly set to sign former FIA head of aerodynamics Jason Somerville as part of its Formula 1 2026 project.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!