McLaren membuka peluang untuk menjadi pabrikan mesin penuh di Formula 1 apabila regulasi power unit masa depan mampu menekan biaya pengembangan secara signifikan. CEO McLaren Zak Brown mengakui tim asal Woking itu akan mempertimbangkan membangun mesin sendiri jika formula teknis baru dinilai lebih realistis secara finansial.
Pernyataan Brown muncul di tengah meningkatnya diskusi mengenai arah regulasi Formula 1 setelah Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mendukung kemungkinan kembalinya mesin V8 dengan ketergantungan listrik yang lebih kecil mulai awal dekade 2030-an. Konsep tersebut mulai mendapat respons positif dari sejumlah pihak karena dianggap dapat menghadirkan suara mesin lebih agresif, sistem lebih sederhana, dan biaya operasional lebih rendah dibanding power unit hybrid kompleks saat ini.
Selama sejarahnya di Formula 1, McLaren belum pernah menjadi produsen mesin independen penuh. Tim tersebut selalu bekerja sama dengan pemasok eksternal, mulai dari Honda, Mercedes, hingga berbagai proyek kolaborasi lain di era modern. Saat ini, McLaren menggunakan power unit Mercedes dan menjadi salah satu pelanggan paling kompetitif di grid.

Brown menegaskan bahwa hubungan dengan Mercedes tetap sangat kuat dan memuaskan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya perubahan strategis apabila Formula 1 berhasil menciptakan regulasi mesin yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Saya pikir jika ada formula mesin yang layak secara finansial, maka ya, kami akan mempertimbangkannya dan juga teknologinya,” kata Brown kepada SBJ.
“Meski begitu, kami sangat senang dengan Mercedes. Tetapi jika ada sesuatu yang ditawarkan kepada kami dan secara finansial masuk akal, maka kami akan melihatnya.”
Diskusi soal masa depan mesin Formula 1 semakin intens dalam beberapa bulan terakhir menyusul kritik pembalap terhadap power unit 2026 yang memperbesar kontribusi tenaga listrik. Sejumlah pembalap merasa duel wheel-to-wheel kini terlalu dipengaruhi manajemen energi baterai dibanding kemampuan balap murni, terutama saat memasuki lintasan lurus.
Namun Brown membela regulasi saat ini dan menilai kualitas tontonan Formula 1 tetap berada di level tinggi. Ia menegaskan bahwa dari sudut pandang penonton televisi, balapan masih menghadirkan variasi strategi dan pertarungan yang menarik.
“Balapannya sangat bagus. Jika Anda tidak mendengar komentar para pembalap dan hanya menonton dari TV, produknya sangat bagus,” ujar Brown.
“Ada overtake, ada lima pemimpin berbeda di Miami, ada perebutan posisi terdepan. Saya pikir penonton melihat itu sebagai balapan yang sangat menarik. Para pembalap mulai lebih terbiasa dengan regulasi ini dan aturan juga terus disempurnakan.”
Pernyataan Brown menunjukkan bahwa arah regulasi mesin Formula 1 setelah 2030 dapat menjadi faktor penting dalam mengubah struktur kompetisi di grid. Jika biaya pengembangan berhasil ditekan, Formula 1 berpotensi menarik lebih banyak konstruktor independen untuk membangun power unit sendiri, sesuatu yang dapat mengubah keseimbangan teknis antara tim pelanggan dan tim pabrikan di masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!