Aksi luar biasa kembali dipertontonkan oleh Max Verstappen pada balapan akhir pekan Formula 1 di Sirkuit Interlagos. Memulai lomba dari posisi ke-21 akibat pergantian power unit, andalan Red Bull Racing ini sukses melesat merangsek ke depan hingga akhirnya mengamankan finis gemilang di podium kedua. Namun di balik kesuksesan tersebut, sang juara dunia empat kali menyimpan tanda tanya besar terkait ketimpangan keseimbangan mobilnya yang berubah drastis selepas paruh pertama balapan.
Permasalahan pembalap asal Belanda itu sebenarnya sudah terasa sejak lampu start padam di grid. Dalam sesi konferensi pers usai balapan, ia secara terbuka mengakui bahwa kesalahan prosedur pelepasan kopling menjadi pemicu awal lambatnya reaksi mobilnya. "Sejujurnya, saya memiliki waktu reaksi yang sangat lambat saat lepas landas karena saya salah memegang kopling. Saya harus bereaksi sangat cepat dan kemudian saya lambat dari garis start, jadi itu adalah kesalahan saya," ujar Verstappen mengungkapkan kekecewaannya di awal lomba.
Situasi semakin pelit manakala kemacetan di tiga tikungan awal menghalangi jalurnya untuk langsung melakukan manuver agresif menyalip barisan di depannya. Ia bahkan sempat merasa tertinggal dari rival utamanya, Lewis Hamilton, yang mampu memanfaatkan lap pembuka dengan jauh lebih efektif melalui celah-celah padat pembalap papan tengah. Kendati demikian, begitu ia menemukan ritme terbaiknya, kecepatan RB22 langsung menjelma menjadi mimpi buruk bagi para pesaing di depannya.

"Tetapi kemudian, dalam dua lap, saya langsung melesat melewati mobil-mobil lain, hampir di setiap tikungan. Kami memiliki cengkeraman yang jauh lebih banyak, saya rasa, daripada kebanyakan pembalap di barisan tengah. Saya tidak tahu pada lap berapa saya masuk ke 10 besar, tetapi semuanya terjadi sangat cepat," kenang pembalap bernomor mobil #1 tersebut menggambarkan agresivitas awal stint-nya yang sangat dominan.
Kendala teknis baru mulai mendera ketika ia melakukan pit stop pertama dan beralih menggunakan ban kompon licin (slicks). Menurut penjelasan prinsipal tim Laurent Mekies, data telemetri di pit wall sempat menangkap adanya indikasi penurunan downforce pada area belakang mobil, meski penyebab pastinya belum dapat langsung dipastikan. Perubahan karakter set-up tersebut membuat Verstappen harus berjuang ekstra keras mengendalikan mobil yang kehilangan stabilitas arah.
"Segera setelah saya beralih ke ban slick, saya mengalami oversteer yang ekstrim pada mobil di tikungan-tikungan cepat, yang membuatnya sangat sulit dikendarai," tegasnya. "Kami perlu memahami apakah ada sesuatu yang rusak pada mobil, semacam kehilangan aero atau apapun, karena ini tidak normal. Saya duduk di sini, tentu saja sangat senang dengan posisi kedua, tetapi pada saat yang sama, saya tahu masih ada hasil yang lebih baik jika mobil dalam kondisi prima."
Inspeksi visual langsung ia lakukan begitu menghentikan kendaraannya di area parc ferme demi mencari bukti fisik kerusakan di bagian belakang mobil. Perbedaan performa yang bagaikan langit dan bumi antara stint awal dan stint berikutnya menjadi PR besar bagi skuad Milton Keynes jelang seri-seri penutup musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!